Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Anggota DPR Desak Pengusutan Tuntas Dugaan Intimidasi yang Berujung Kematian dr Icha

DPR meminta dugaan intimidasi yang diduga berujung pada meninggalnya dr Icha diusut tuntas dan Kemenkes turun melakukan investigasi.

Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, meminta dugaan intimidasi terhadap dr Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr Icha) yang diduga berujung pada tekanan psikologis hingga meninggal dunia diusut secara tuntas, Kamis (2/7/2026). (foto:Istimewa)
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, meminta dugaan intimidasi terhadap dr Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr Icha) yang diduga berujung pada tekanan psikologis hingga meninggal dunia diusut secara tuntas, Kamis (2/7/2026). (foto:Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.coJAKARTA – Anggota , , meminta dugaan meninggalnya dr (28), atau yang akrab disapa , akibat tekanan psikologis dan yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), (NTT), diusut secara tuntas.

Irma menegaskan, perlindungan terhadap telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Menurutnya, tenaga kesehatan yang mengalami intimidasi atau tindakan yang menghambat pelaksanaan tugas dapat melaporkannya kepada aparat penegak hukum maupun Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Sudah ada pasal yang melindungi dokter maupun sanksi bagi yang melakukan kelalaian atau malapraktik. Jika benar almarhumah meninggal karena terus diintimidasi, maka institusi patut melakukan investigasi," kata Irma, Kamis (2/7/2026).

Ia juga meminta segera turun tangan untuk mengusut kasus tersebut agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

"Saya juga menyarankan ikut turun tangan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi," ujarnya.

Peristiwa yang menjadi sorotan itu bermula saat dua anggota , Norbertus Tubani dari PKB dan Therensius Lazakar dari Partai Golkar, mendatangi Instalasi Gawat Darurat (IGD) terkait penanganan seorang pasien anak korban gigitan ular hijau yang merupakan keponakan Therensius. Pasien tersebut diketahui merupakan rujukan dari RSUD Kefamenanu.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kedua anggota DPRD tersebut diduga datang dalam kondisi berbau alkohol dan berbicara dengan nada tinggi kepada yang saat itu sedang bertugas menangani pasien.

Peristiwa itu diduga menimbulkan tekanan psikologis yang berat bagi dr Icha. Ia kemudian menjalani perawatan medis sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Perumahan RSS Baumata, Kabupaten Kupang, NTT, pada Jumat (26/6/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. 

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait