Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Analis Pasar: Pergerakan Nilai Tukar Rupiah akan Tergantung Pidato Powell

pelemahan rupiah akan terbatasi dari rilis FOMC minutes nanti malam. Dia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp16.250 - Rp 16.375 per dolar AS

Bagikan:
pelemahan rupiah akan terbatasi dari rilis FOMC minutes nanti malam. Dia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp16.250 - Rp 16.375 per dolar AS.
pelemahan rupiah akan terbatasi dari rilis FOMC minutes nanti malam. Dia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp16.250 - Rp 16.375 per dolar AS.
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (20/8/2025) nilai tukar melemah 0,16% ke Level Rp 16.272 per dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot.

berdasarkan kurs Jisdor Bank Indonesia juga melemah 0,31% secara harian ke Rp 16.291 per .

Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Diproyeksikan akan Bergerak Sideways Hari Ini

Menanggapi hal tersebut, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, dibuka melemah pada perdagangan hari Rabu menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada siang hari dan melemah ke atas Rp 16.300 per . 

Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Bergerak Sideways Pekan Ini

Namun, pelemahan rupiah kemudian terbatasi hingga akhir sesi, dan hanya melemah 0,16% ke level Rp 16.272 per dolar AS. 

Asal tahu saja, BI pangkas suku bunga acuan 25 bps ke level 5,00% pada RDG Agustus 2025, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. 

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,77% Selama Sepekan Dipicu Inflow Dana Asing

"Rupiah diperkirakan bergerak melemah terbatas pada perdagangan hari ini, akibat dari risiko ekspektasi penurunan gap antara suku bunga The Fed dan BI," ujar Josua

Josua bilang, pelemahan rupiah akan terbatasi dari rilis FOMC minutes nanti malam. Dia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp16.250 - Rp 16.375 per dolar AS.

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah 0,33% Berada di Level Rp 16.169 Per Dolar AS

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah melemah di bawah tekanan rebound pada dolar AS mengantisipasi pidato hawkish Ketua The Fed Jerome Powell. 

"Pemangkasan suku bunga BI juga ikut membebani. BI memangkas suku bunga guna mendorong perekonomian di tengah meredanya tekanan dari dolar AS," ujar Lukman

Lukman menyebut, pergerakan rupiah hari ini akan tergantung pada pidato Powell dalam risalah FOMC. Apabila hawkish seperti yang diperkirakan, dolar AS akan kembali menguat dan rupiah akan kembali tertekan.

Lukman memproyeksikan, rupiah di kisaran Rp 16.200 - Rp 16.350 per dolar AS pada Kamis (21/8/2025).

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,00% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 19-20 Agustus 2025.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, keputusan ini konsisten dengan tetap rendahnya rendahnya perkiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5% plus minus 1%.

"Terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah, serta perlunya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai kapasitas perekonomian," tutur Perry

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait