Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Analis Pasar: Kurs Rupiah Bergerak Berfluktuatif di Perdagangan Awal 2025

analis pasar memperkirakan kurs rupiah bergerak fluktuatif di perdagangan awal 2025. Data inflasi Indonesia akan menjadi sorotan di tengah ancaman kek

Bagikan:
analis pasar memperkirakan kurs rupiah bergerak fluktuatif di perdagangan awal 2025. Data inflasi Indonesia akan menjadi sorotan di tengah ancaman kekuatan dolar Amerika Serikat (AS).(sumber foto: Antara)
analis pasar memperkirakan kurs rupiah bergerak fluktuatif di perdagangan awal 2025. Data inflasi Indonesia akan menjadi sorotan di tengah ancaman kekuatan dolar Amerika Serikat (AS).(sumber foto: Antara)
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pengamatan memperkirakan kurs rupiah bergerak fluktuatif di perdagangan awal 2025. akan menjadi sorotan di tengah ancaman kekuatan dolar Amerika Serikat (AS).

Menanggapi hal tersebut, Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan, Rupiah kemungkinan cenderung melemah terhadap seiring penguatan mata uang negeri Paman Sam tersebut. 

BACA: Kurs Rupiah Menguat 0,57% Bersandar di Level Rp16.143 Per Dolar AS di Perdagangan Senin (30/12/2024)

berbalik menguat dengan Indeks Dolar (DXY) terpantau mencapai rekor tertinggi dalam 2 tahun.

‘’Dolar AS naik oleh kekhawatiran prospek pemangkasan suku bunga dan menjelang dimulainya pemerintahan ,’’ ujar Lukman.

Di lain sisi, lanjut Lukman, investor mencermati data PMI Manufaktur China yang menunjukkan ekspansi di sektor manufaktur. 

BACA: Kurs Rupiah Menguat 0,34% Bertengger di Level Rp 16.180 Per Dolar AS di Awal Perdagangan Senin (30/12/2024)

Walau sedikit di bawah perkiraan, namun sektor jasa tumbuh jauh lebih kuat yang mendukung rupiah di perdagangan sebelumnya.

di awal bulan juga akan menjadi sorotan pelaku pasar. Inflasi Indonesia untuk bulan Desember diperkirakan masih akan stabil bertahan di bawah 2%.

Sementara, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, aktivitas manufaktur China berkembang selama tiga bulan berturut-turut pada bulan Desember karena serangkaian langkah stimulus baru terus memberikan dukungan.

BACA: Analis Pasar: Kurs rupiah Diperkirakan Bergerak Datar Masih akan Dipengaruhi Narasi Suku Bunga Tinggi

Namun, kenaikan tersebut sedikit lebih rendah dari ekspektasi pasar dan di bawah pembacaan bulan sebelumnya. Pasar masih menunggu kejelasan lebih lanjut tentang rencana Beijing untuk langkah-langkah stimulus di tahun mendatang.

Selain itu, terpilihnya memberikan dorongan bagi dolar AS karena kebijakannya berupa pelonggaran regulasi, pemotongan pajak, kenaikan tarif, dan pengetatan imigrasi dianggap pro-pertumbuhan dan inflasioner. 

BACA: Kurs Rupiah Melemah 0,28% Bertengger di Level Rp16.235 Per Dolar AS di Akhir Perdagangan Jumat (27/12/2024)

Serangkaian kebijakan Trump kemungkinan akan membuat tidak memangkas suku bunga dengan cepat tahun depan.

‘’Bank sentral AS memproyeksikan hanya dua kali pemotongan suku bunga sebesar 25 bps pada tahun 2025 pada pertemuan kebijakan terakhir tahun ini awal bulan ini. Pelaku pasar saat ini memperkirakan hanya sekitar 35 basis poin pelonggaran untuk tahun 2025,’’ tulis Ibrahim dalam risetnya.

Oleh karena itu, Ibrahim menilai, rentang perdagangan nilai tukar kemungkinan akan ketat pada minggu yang terpengaruh liburan. Fokus akan tertuju pada angka pengangguran mingguan pada hari Kamis dan data PMI manufaktur ISM sehari kemudian, serta komentar dari anggota FOMC Thomas Barkin.

BACA: Kurs Rupiah Melanjutkan Tren Penguatan di Posisi Rp16.192 Per Dolar AS untuk Hari Ketiga Berturut-turut

Ibrahim memperkirakan, rupiah kemungkinan fluktuatif dan berakhir ditutup menguat di perdagangan Kamis (2/1) pada rentang perdagangan Rp 16.070 per dolar AS–Rp 16.150 per dolar AS. 

Sedangkan, Lukman memperkirakan rupiah akan melemah di rentang Rp 16.150 per dolar AS–Rp 16.250 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, Selasa (31/12) rupiah spot ditutup menguat tipis 0,06% ke level Rp 16.132 per dolar AS. Rupiah Jisdor Bank Indonesia juga terpantau menguat sekitar 0,03% ke level Rp 16.157 per dolar AS.(kontan)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru