Analis Pasar: IHSG Bakal Bergerak Sideways to Slight Uptrend
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 48,89 poin atau 0,64% ke 7.747,90 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Nusantaraterkini.co, Jakarta - pada akhir perdagangan Kamis (11/9/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 48,89 poin atau 0,64% ke 7.747,90 di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca Juga : IHSG Menguat 74,27 Poin ke Level 7.773,28 di Perdagangan Kamis (11/9/2025)
Menanggapi hal tersebut, Analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi melihat, pada Kamis (11/9/2015) IHSG menguat sejak pagi setelah komentar dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dukungan fiskal.
Baca Juga : Analis Pasar: IHSG akan Bergerak Mixed dengan Kecenderungan Menguat
Menkeu Purbaya juga menyampaikan akan memberikan stimulus senilai Rp 200 triliun untuk meningkatkan likuiditas perbankan. Uang itu berasal dari dana pemerintah yang disimpan di Bank Indonesia (BI).
Baca Juga : IHSG Menguat 0,65% Bertengger di Level 7.678,28 di Perdagangan Rabu (10/9/2025)
Namun, masih ada juga sentimen negatif dari reshuffle kabinet, khususnya penggantian Sri Mulyani, yang membuat kekhawatiran soal kepastian fiskal dan kredibilitas anggaran.
Baca Juga : Analis Pasar: IHSG Berpeluang Menguat dalam Jangka Pendek
“Rupiah pun sempat tertekan akibat hal ini,” ujarnya.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, IHSG pada Kamis (11/9/2025) ditutup menguat, tetapi masih disertai dengan munculnya tekanan jual. Hal itu membuat pergerakannya pun belum mampu menembus MA20.
Di sisi lain penguatan IHSG juga seiring dengan mayoritas pergerakan bursa global dan Asia yang juga bergerak menguat hari ini. Dari domestik, pergerakan IHSG didorong oleh penguatan sektor finansial.
“Terdapat katalis dari pernyataan Menkeu Purbaya tentang adanya suntikan ke perbankan sebesar Rp 200 triliun untuk mendorong perekonomian,” katanya.
Wafi melihat, IHSG bakal bergerak sideways to slight uptrend pada perdagangan Jumat (12/9/2025) jika pasar merespons positif aksi likuiditas dan larangan risiko fiskal dari Menkeu Purbaya. Pergerakannya diperkirakan akan ada kisaran 7.700 – 7.850.
Sektor perbankan dan keuangan dilihat masih akan menarik untuk dilirik pada perdagangan Jumat, terutama bank besar dan bank BUMN. Ini lantaran aksi stimulus likuiditas bisa bantu kredit dan margin.
“Sektor energi & komoditas juga layak diperhatikan apabila harga komoditas global stabil atau ada berita positif ekspor,” katanya.
Sementara, Herditya memperkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support di level 7.699 dan resistance 7.801 pada perdagangan Jumat (12/9/2025)
“Untuk sentimen, nampaknya investor akan menanti rilis data inflasi Amerika Serikat (AS),” katanya.
Herditya pun menyarankan investor untuk mencermati saham DOOH dengan target harga Rp 168 – Rp 181 per saham, MLPL Rp 147 – Rp 154 per saham, WIRG Rp 186 – Rp 197 per saham.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALAnggota DPRD Sumut Dhody Thahir Terancam 7 Tahun Penjara
Herman Saleh Harahap·25 menit yang lalu -
PAPUA TERKINIDPD Dorong PPDS RSPPU Jadi Jalur Afirmasi Nyata bagi Dokter Papua
Herman Saleh Harahap·39 menit yang lalu -
EKONOMIDPR Minta Aturan Pajak Marketplace Tak Bebani UMKM
Herman Saleh Harahap·48 menit yang lalu -
-
-
-
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan