Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Analis Pasar: IHSG akan Bergerak Terbatas di Rentang Support 7.500 dan Resistance 7.550

penguatan IHSG juga terdorong oleh prediksi Asian Development Bank (ADB) yang menaksir pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% di tahun 2025 dan 5,1%

Bagikan:
penguatan IHSG juga terdorong oleh prediksi Asian Development Bank (ADB) yang menaksir pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% di tahun 2025 dan 5,1% di tahun 2026.
penguatan IHSG juga terdorong oleh prediksi Asian Development Bank (ADB) yang menaksir pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% di tahun 2025 dan 5,1% di tahun 2026.
A A

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada penutupan perdagangan Kamis (24/5/2025) Indeks Harga Saham Gabungan () kembali menguat 0,83% ke level 7.530 di pasar spot.

Analis Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi menilai, penguatan tersebut disebabkan euforia pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). 

Selain itu, dia juga menangkap adanya potensi penurunan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.

Ini juga ditambah oleh mulai masuknya musim rilis kinerja keuangan masing-masing emiten selama semester I 2025.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menambahkan, penguatan IHSG ini antara lain dipicu oleh ekspektasi pasar akan semakin banyaknya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan para mitra dagangnya.

Kemarin AS telah menurunkan tarif impor barang dari Jepang menjadi 15% dari sebelumnya sebesar 25%.  AS juga telah mengoreksi tarif impor barang dari Indonesia dari sebelumnya 32% menjadi 19%.

“Sehingga dampak perang dagang akan mereda dan ekonomi global terhindar dari resesi,” ujar Alrich.

Selain itu, penguatan IHSG juga terdorong oleh prediksi Asian Development Bank (ADB) yang menaksir pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5% di tahun 2025 dan 5,1% di tahun 2026.

ADB kata Alrich justru menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara menjadi 4,2% dari proyeksi sebelumnya 4,7%. 

“Optimisme akan ekonomi Indonesia yang lebih tangguh dari perkiraan sebelumnya menjadi salah satu faktor yang mendorong rebound saham perbankan,” tambahnya.

Adapun secara teknikal, Alrich bilang tren kenaikan IHSG dalam jangka menengah hingga panjang masih akan menguat selama bertahan di atas level 7.450-7.500. 

Namun dalam jangka pendek, IHSG menurutnya rentan mengalami koreksi terbatas, melihat kondisinya yang berada di area overbought. 

“IHSG diperkirakan akan bergerak pada kisaran 7.480-7.590 pada perdagangan Jumat (25/7),” prediksi Alrich.

Sedangkan prediksi Wafi, IHSG akan bergerak terbatas di rentang support 7.500 dan resistance 7.550.

Pergerakannya menurut Wafi akan dipengaruhi oleh rilis data Purchasing Managers Index (Indeks Manajer Pembelian) dan rilis laporan keuangan emiten di semester I 2025.

Sedangkan menurut Alrich, pasar pada Jumat akan dipengaruhi oleh ketegangan antara China dengan Uni Eropa ketika KTT Uni Eropa-Tiongkok yang ke-25 dimulai pada hari Kamis (24/7). Di sana, Uni Eropa menyerukan kekhawatiran atas ketidakseimbangan perdagangan yang semakin besar. 

Selain itu, delegasi AS kata Alrich dijadwalkan akan bertemu dengan delegasi China di Stockholm, Swedia pada 28-29 Juli 2025 mendatang untuk melancarkan negosiasi perdagangan dan sejumlah topik lain, termasuk pembelian minyak mentah Iran dan Rusia oleh China. 

(wiwin/nusantaraterkini.co)

Tags: #IHSG
Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait