7 Pelaku Perampokan Lintas Provinsi Ditangkap, 1 Pelaku Pecatan TNI AD
Ada pencurian brankas berisi surat berharga, emas, berlian, dan yang tunai Rp 200 juta. Nilai kerugiannya sekitar Rp 1 miliar
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Petugas gabungan Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara (Sumut), menangkap tujuh orang pelaku pencuri rumah kosong lintas provinsi. Satu pelaku merupakan seorang pecatan TNI AD.
Plt Kabid Humas Polda Sumut Kombes Yudhi Pinem mengatakan, mulanya pihaknya mendapati laporan bahwa rumah mewah seorang warga bernama Irfan dibobol maling pada 17 Januari 2025.
Baca Juga: Usai AKBP DK Dipecat Karena Dugaan LGBT, Polda Sumut Tak Akan Periksa Anggota yang Lain
Lokasi rumah korban berada di Kompleks Cemara Hijau, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Saat itu rumah korban sedang tidak dihuni.
"Ada pencurian brankas berisi surat berharga, emas, berlian, dan yang tunai Rp 200 juta. Nilai kerugiannya sekitar Rp 1 miliar," kata Yudhi saat menggelar konferensi pers di Polrestabes Medan pada Senin (10/2/2025).
Kemudian, petugas gabungan dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan melakukan penyelidikan.
Pada Rabu (4/2/2025), polisi mendapati infotmasi bahwa komplotan ini akan kembali di Kompleks Taman Anggrek, Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.
Hasilnya, polisi mengecek ke lokasi dan menangkap lima pelaku, inisial AH (29), AAR (39), RL (23), FP (41), dan AW (30).
Esok harinya, polisi melakukan pengembangan dan menangkap dua pelaku lainnya, MJA (27) dan L (54), di Desa Marubun Jaya, Kabupaten Simalungun.
Yudhi menyampaikan, berdasarkan hasil interogasi, peran AH dan AAR adalah merusak pintu rumah korban lalu masuk untuk mencuri brankas korban. Setelah itu, mereka merusak seluruh CCTV di rumah korban.
"RL berperan sebagai driver yang memantau lokasi. MJA mengubur brankas korban dan mendapatkan uang Rp 2 juta dari AAR," ujar Yudhi.
"Untuk L, dia menyediakan tempat bagi para pelaku untuk membuka brankas dan membakar sejumlah barang berharga korban. L mendapatkan uang Rp 8 juta," katanya.
Baca Juga: Ditresnarkoba Polda Riau Amankan Kurir Sabu 14,32 Kg, Pemilik Masih Diburu
Sementara, FP mendapatkan uang dari AAR lalu Rp 8,7 juta untuk membeli dua senjata api di Lampung. Pelaku terkhir yakni, AW tinggal bersama AAR dan menikmati hasil kejahatan tersebut.
"AW ini pecatan TNI. Dia menggunakan satu senpi yang dibeli FP, rencananya untuk melakukan tindak pidana pencurian dan pemberatan lagi di Jawa Barat," ujar Yudhi.
"Sejauh ini, diketahui, komplotan ini sudah beraksi beberapa kali. Ada di Lampung, Siantar, Medan, dan beberapa lokasi di Pulau Jawa," ucapnya.
Kini, tujuh pelaku telah ditahan di Polrestabes Medan untuk diproses hukum lebih lanjut. Sementara ini, polisi masih memburu pelaku lainnya bernama Sutrisno.
(cw7/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALiPhone Winda Lorenza Belum Pernah Dibuka Penyidik, LBH Medan Desak Uji Digital Forensik
Rozie Winata·38 menit yang lalu -
NEWS VIDEOSultan B. Najamudin Dorong Kolaborasi TNI dan Pemda Percepat Pembangunan di Daerah
Fadli Tara·54 menit yang lalu -
NEWS VIDEOGubernur Herman Deru Tegaskan Banpres Karhutla Rp100 Miliar Digunakan Sesuai Prosedur
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
KESEHATANCegah HIV/AIDS, Rutan Kabanjahe Skrining Kesehatan Warga Binaan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALPrabowo Takziah ke Rumah Megawati, Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Guruh Soekarnoputera
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KESEHATANRS Adam Malik Perkuat Layanan Jantung dengan Teknologi PFA untuk Tangani Pasien Aritmia
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
E-SportTimnas MLBB Indonesia Takluk 0-2 dari Malaysia di Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALBelum Jera, Residivis Narkoba di Medan Kota Kembali Diringkus Polisi, 7 Paket Sabu Siap Edar Diamankan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALFilep Wamafma Usulkan Pembentukan Dinas Khusus Masyarakat Adat untuk Perkuat Otsus Papua
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIRupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Tekanan Global Jadi Sorotan
hendra·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan