Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Warga Samosir Anggap Kebakaran Hutan dan Lahan Hal Biasa di Musim Kemarau: Tak Ada yang Perlu Dikhawatirkan!

Lantaran situasi terkini teknologi makin canggih, saat kebakaran terjadi banyak video yang langsung menyebar di media sosial sehingga membuat..

Kondisi usai padamnya api yang membakar sebagian Hutan Tele yang terjadi Sabtu (19/7/2025) malam. Lokasi ini berdekatan dengan Objek Wisata Menara Pandang Tele, Turpuk Limbong, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Gambar diabadikan Minggu (20/7/2025). (Foto-foto: JAS/Nusantaraterkini.co)
Kondisi usai padamnya api yang membakar sebagian Hutan Tele yang terjadi Sabtu (19/7/2025) malam. Lokasi ini berdekatan dengan Objek Wisata Menara Pandang Tele, Turpuk Limbong, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Gambar diabadikan Minggu (20/7/2025). (Foto-foto: JAS/Nusantaraterkini.co)
A A
Nusantaraterkini.co - () yang terjadi di Kabupaten , ternyata dianggap hal biasa. Kebararan dianggap warga Samosir sebagai agenda atau kebiasaan tahunan saat musim kemarau.
Warga Samosir beranama KL Sitanggang, mengatakan bahwa kebakaran di Samosir hal biasa dan menjadi agenda tahunan.
"Kebakaran hutan di Samosir merupakan hal biasa, setiap tahun di musim kemarau akan selalu kebakaran dan hal tersebut sudah biasa tak ada yang perlu dikhawatirkan, karena memang musim kemarau angin kencang, hutan dan lahan kering jadi sangat mudah terbakar," ucapnya saat diminta tanggapan perihal karhutla yang kerap terjadi belakangan ini. 

KL Sitanggang pun menegaskan kebakaran bukan merupakan hal tabu di Samosir. Namun lantaran situasi terkini teknologi makin canggih, saat kebakaran terjadi banyak video yang langsung menyebar di media sosial sehingga membuat heboh semua pihak termasuk wisatawan. 
"Kebakaran bukan hal yang tabu di Samosir ketika musim kemarau, karena memang setiap tahun musim kemarau pasti kebakaran, melihat zaman semakin canggih kehadiran teknologi sehingga sangat cepat orang-orang mengakses dan melihat kondisi kebakaran hutan di Samosir, jadi menimbulkan kekhawatiran orang luar dan wisatawan yang berlibur ke Samosir," tuturnya, Minggu (20/7/2025). 
Diketahui, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di perbukitan Samosir sekitar , Sabtu (19/7/2025) malam. Lokasi kebakaran berdekatan dengan Objek Wisata , Turpuk Limbong, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. 
Kobaran api begitu kencang melahap hutan dan lahan yang turut menghanguskan warung dan barang-barang mikik warga. 
Kebakaran hutan dan lahan tak sepatutnya dinormalisasi karena dampak kebakaran sangat besar mulai dari rusaknya ekosistem, satwa liar, vegetasi, bencana alam dan keberlanjutan kehidupan bahwa hutan merupakan penyangga kehidupan.
Faktanya di lapangan, tak jarang masyarakat bahkan hingga Pimpinan DPRD Samosir menganggap kebakaran hutan merupakan hal biasa. Kebakaran dianggap akan selalu terjadi ketika musim kemarau. 
Begitu lemahnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga alam, edukasi pun sangat minim serta pengawasan hutan Samosir yang jauh dari kata diawasi.

Baca Juga: Toba Membara: Geopark di Persimpangan Krisis Iklim dan Harapan Keberlanjutan

(jas/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait