Warga Samosir Anggap Kebakaran Hutan dan Lahan Hal Biasa di Musim Kemarau: Tak Ada yang Perlu Dikhawatirkan!
Lantaran situasi terkini teknologi makin canggih, saat kebakaran terjadi banyak video yang langsung menyebar di media sosial sehingga membuat..
A
A
Nusantaraterkini.co - Kebakaran hutan dan lahan(karhutla) yang terjadi di Kabupaten Samosir, ternyata dianggap hal biasa. Kebararan dianggap warga Samosir sebagai agenda atau kebiasaan tahunan saat musim kemarau.
Warga Samosir beranama KL Sitanggang, mengatakan bahwa kebakaran di Samosir hal biasa dan menjadi agenda tahunan.
"Kebakaran hutan di Samosir merupakan hal biasa, setiap tahun di musim kemarau akan selalu kebakaran dan hal tersebut sudah biasa tak ada yang perlu dikhawatirkan, karena memang musim kemarau angin kencang, hutan dan lahan kering jadi sangat mudah terbakar," ucapnya saat diminta tanggapan perihal karhutla yang kerap terjadi belakangan ini.
Baca Juga: VIDEO Warga Samosir Menganggap Kebakaran Hutan Hal Biasa dan Agenda Tahunan saat Musim Kemarau

KL Sitanggang pun menegaskan kebakaran bukan merupakan hal tabu di Samosir. Namun lantaran situasi terkini teknologi makin canggih, saat kebakaran terjadi banyak video yang langsung menyebar di media sosial sehingga membuat heboh semua pihak termasuk wisatawan.
"Kebakaran bukan hal yang tabu di Samosir ketika musim kemarau, karena memang setiap tahun musim kemarau pasti kebakaran, melihat zaman semakin canggih kehadiran teknologi sehingga sangat cepat orang-orang mengakses dan melihat kondisi kebakaran hutan di Samosir, jadi menimbulkan kekhawatiran orang luar dan wisatawan yang berlibur ke Samosir," tuturnya, Minggu (20/7/2025).
Diketahui, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di perbukitan Samosir sekitar Danau Toba, Sabtu (19/7/2025) malam. Lokasi kebakaran berdekatan dengan Objek Wisata Menara Pandang Tele, Turpuk Limbong, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir.
Kobaran api begitu kencang melahap hutan dan lahan yang turut menghanguskan warung dan barang-barang mikik warga.
Kebakaran hutan dan lahan tak sepatutnya dinormalisasi karena dampak kebakaran sangat besar mulai dari rusaknya ekosistem, satwa liar, vegetasi, bencana alam dan keberlanjutan kehidupan bahwa hutan merupakan penyangga kehidupan.
Faktanya di lapangan, tak jarang masyarakat bahkan hingga Pimpinan DPRD Samosir menganggap kebakaran hutan merupakan hal biasa. Kebakaran dianggap akan selalu terjadi ketika musim kemarau.
Begitu lemahnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya menjaga alam, edukasi pun sangat minim serta pengawasan hutan Samosir yang jauh dari kata diawasi.
Baca Juga: Toba Membara: Geopark di Persimpangan Krisis Iklim dan Harapan Keberlanjutan
(jas/nusantaraterkini.co)
📄 Halaman
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·8 jam yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·9 jam yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan