Wali Kota Palembang Targetkan PLTSa Keramasan Mampu Pangkas 30 Persen Sampah Palembang
Wali Kota Palembang targetkan PLTSa Keramasan olah 1.000 ton sampah per hari dan pangkas 30 persen volume sampah kota.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG—Pemerintah Kota Palembang menargetkan pengurangan volume sampah hingga 30 persen melalui proyek strategis Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Keramasan. PLTSa ini diproyeksikan mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik sebesar 20 megawatt (MW).
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa menyampaikan jika fasilitas ini akan menjadi tulang punggung pengelolaan limbah perkotaan guna menekan tumpukan sampah harian yang saat ini mencapai 1.200 ton. Dengan sistem pembakaran suhu tinggi, proyek ini diharapkan tidak hanya mengatasi krisis lahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga menekan emisi gas metana yang berbahaya bagi lingkungan.
"Produksi sampah kita saat ini berkisar 1.200 ton per hari. Artinya, PLTSa ini akan berperan besar dalam menekan volume sampah secara signifikan, bahkan hingga 80 persen volume yang masuk fasilitas," ujar Ratu Dewa, Senin (23/2/2026).
Meskipun teknologi pengolahan sudah siap, Dewa mengakui adanya tantangan besar pada sistem distribusi. Saat ini, Palembang masih kekurangan sekitar 60 unit armada pengangkut sampah dari total 220 unit yang dibutuhkan untuk mendukung operasional optimal PLTSa yang bekerja selama 24 jam penuh.
"Kita perlu peremajaan kendaraan tua dan pengadaan armada baru agar sistem distribusi sampah benar-benar efektif dan efisien. Manajemen pengelolaan sampah ke depan harus berbasis data yang akurat," imbuhnya.
Ia menyebut kecanggihan teknologi PLTSa harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah melalui program 3R dan penguatan bank sampah di tiap kelurahan.
"Tanpa partisipasi warga, proyek sebesar apa pun tidak akan berjalan maksimal. Kami mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga agar bank sampah yang sudah ada di 96 kelurahan dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus solusi hulu pengelolaan sampah kita," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Akhmad Mustain menjelaskan teknis pengolahan di mana sampah akan ditampung di bunker selama tujuh hari sebelum diproses melalui sistem combustion. Dari total 20 MW listrik yang dihasilkan, sebanyak 17,7 MW direncanakan akan disalurkan langsung ke jaringan PLN untuk memperkuat pasokan energi kota.
"Kita berharap ini dapat memperkuat backbone listrik Palembang yang seiring pertumbuhannya membutuhkan tambahan pasokan energi. Melalui PLTSa ini, sebagian besar sampah dapat diolah menjadi energi listrik sehingga mengurangi beban TPA secara drastis," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·8 jam yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·9 jam yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan