Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Jalan Nasional Lembah Anai Penghubung Padang–Bukittinggi Masih Lumpuh Total

Jalur nasional Lembah Anai lumpuh total akibat banjir bandang. 88 meninggal dan 85 hilang di Sumbar. Proses pembersihan dan pencarian korban terus dil

Foto udara sejumlah rumah diterjang banjir bandang di kawasan Gunung Nago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025).  (Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO)
Foto udara sejumlah rumah diterjang banjir bandang di kawasan Gunung Nago, Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). (Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO)
A A

nusantaraterkini.co, SUMBAR - Akses jalur nasional di kawasan Lembah Anai yang menghubungkan Padang–Bukittinggi hingga kini masih lumpuh total, Sabtu (29/11/2025). Material banjir bandang menutup penuh badan jalan di sekitar gerbang masuk Kota Padang Panjang.

Kerusakan semakin parah. Sejumlah ruas jalan di Lembah Anai terputus tersapu banjir bandang. Berdasarkan pendataan kepolisian, terdapat empat titik jalan mengalami kerusakan berat.

“Empat titik lokasi jalan rusak,” kata Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, saat meninjau lokasi.

Lokasi terparah berada di gapura perbatasan Kota Padang Panjang. Pembersihan material lumpur yang mencapai ketinggian dua meter terus dilakukan tim gabungan. Selain membuka akses jalan, petugas juga melakukan pencarian warga yang dilaporkan hilang.

Finot menyebutkan, untuk sementara akses dari Padang menuju Bukittinggi hanya dapat ditempuh melalui jalur Sitinjau Lauik dan diteruskan ke arah Danau Singkarak. Sementara jalur alternatif lainnya seperti Malalak belum dapat dilalui.

“Satu-satunya jalur alternatif sementara adalah lewat Danau Singkarak. Kami bersama instansi terkait terus berupaya maksimal memulihkan akses di Lembah Anai,” ujarnya.

Hingga kini belum ada kepastian kapan jalur nasional Lembah Anai dapat kembali dibuka.

Update Korban Longsor dan Banjir 

Hingga Sabtu siang, tercatat 88 orang meninggal dan 85 orang masih hilang akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat.

Sekda Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyampaikan data tersebut dihimpun dari laporan resmi kabupaten/kota terdampak. Ia menegaskan angka ini bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi lapangan.

“Data terkini, 88 warga meninggal dunia dan 85 orang masih hilang. Pembaruan akan dilakukan secara berkala,” kata Arry.

Dari 16 daerah terdampak, enam di antaranya melaporkan adanya korban jiwa. Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan dampak paling besar.

Sebaran korban per daerah:

Kabupaten Agam: 74 meninggal, 78 hilang

Kota Padang Panjang: 7 meninggal

Kota Padang: 5 meninggal

Kabupaten Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang

Kabupaten Padang Pariaman: 1 hilang

Kota Solok: 1 meninggal

Sementara 10 daerah lainnya tidak melaporkan korban meninggal maupun hilang, di antaranya Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, hingga Kabupaten Pesisir Selatan.

Arry menambahkan, data korban, kerusakan, hingga kebutuhan penanganan darurat akan terus diperbarui melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait