Jalan Nasional Lembah Anai Penghubung Padang–Bukittinggi Masih Lumpuh Total
Jalur nasional Lembah Anai lumpuh total akibat banjir bandang. 88 meninggal dan 85 hilang di Sumbar. Proses pembersihan dan pencarian korban terus dil
nusantaraterkini.co, SUMBAR - Akses jalur nasional di kawasan Lembah Anai yang menghubungkan Padang–Bukittinggi hingga kini masih lumpuh total, Sabtu (29/11/2025). Material banjir bandang menutup penuh badan jalan di sekitar gerbang masuk Kota Padang Panjang.
Kerusakan semakin parah. Sejumlah ruas jalan di Lembah Anai terputus tersapu banjir bandang. Berdasarkan pendataan kepolisian, terdapat empat titik jalan mengalami kerusakan berat.
“Empat titik lokasi jalan rusak,” kata Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, saat meninjau lokasi.
Lokasi terparah berada di gapura perbatasan Kota Padang Panjang. Pembersihan material lumpur yang mencapai ketinggian dua meter terus dilakukan tim gabungan. Selain membuka akses jalan, petugas juga melakukan pencarian warga yang dilaporkan hilang.
Finot menyebutkan, untuk sementara akses dari Padang menuju Bukittinggi hanya dapat ditempuh melalui jalur Sitinjau Lauik dan diteruskan ke arah Danau Singkarak. Sementara jalur alternatif lainnya seperti Malalak belum dapat dilalui.
“Satu-satunya jalur alternatif sementara adalah lewat Danau Singkarak. Kami bersama instansi terkait terus berupaya maksimal memulihkan akses di Lembah Anai,” ujarnya.
Hingga kini belum ada kepastian kapan jalur nasional Lembah Anai dapat kembali dibuka.
Update Korban Longsor dan Banjir
Hingga Sabtu siang, tercatat 88 orang meninggal dan 85 orang masih hilang akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat.
Sekda Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyampaikan data tersebut dihimpun dari laporan resmi kabupaten/kota terdampak. Ia menegaskan angka ini bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi lapangan.
“Data terkini, 88 warga meninggal dunia dan 85 orang masih hilang. Pembaruan akan dilakukan secara berkala,” kata Arry.
Dari 16 daerah terdampak, enam di antaranya melaporkan adanya korban jiwa. Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan dampak paling besar.
Sebaran korban per daerah:
Kabupaten Agam: 74 meninggal, 78 hilang
Kota Padang Panjang: 7 meninggal
Kota Padang: 5 meninggal
Kabupaten Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang
Kabupaten Padang Pariaman: 1 hilang
Kota Solok: 1 meninggal
Sementara 10 daerah lainnya tidak melaporkan korban meninggal maupun hilang, di antaranya Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, hingga Kabupaten Pesisir Selatan.
Arry menambahkan, data korban, kerusakan, hingga kebutuhan penanganan darurat akan terus diperbarui melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSJelang HUT Ke-81, Pasahli Panglima TNI Sambangi Mantan Panglima TNI
Herman Saleh Harahap·Beberapa detik yang lalu -
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·9 jam yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan