Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tim Ilmuwan China Berhasil Identifikasi Enam Genus dan Tujuh Spesies Baru Bakteri Antarktika

Temuan tersebut dicapai melalui analisis sampel-sampel Antartika yang dikumpulkan dalam beberapa pelayaran

Seorang anggota tim ekspedisi kapal Antarktika Tiongkok ke-41 melakukan penyesuaian di atas penelitian pemecah es milik Tiongkok, Xuelong 2, untuk melepaskan peralatan guna mengumpulkan sampel sedimen laut pada 9 Februari 2025, kemarin. (Foto: Xinhua/Huang Taoming)
Seorang anggota tim ekspedisi kapal Antarktika Tiongkok ke-41 melakukan penyesuaian di atas penelitian pemecah es milik Tiongkok, Xuelong 2, untuk melepaskan peralatan guna mengumpulkan sampel sedimen laut pada 9 Februari 2025, kemarin. (Foto: Xinhua/Huang Taoming)
A A

, BEIJING - Tim peneliti dari Institut Penelitian Kutub China (Polar Research Institute of China/PRIC) berhasiil mengindentifikasi dan mempublikasikan enam genus baru dan tujuh spesies baru .

Dalam pengumuman yang disampaikan oleh tim ekspedisi China ke-41 ini, temuan tersebut dicapai melalui analisis sampel-sampel Antarktika yang dikumpulkan dalam beberapa pelayaran.

Baca Juga: China jadi Negara Pertama Terapkan Teknologi Energi Hidrogen di Antartika

PRIC berhasil melakukan standardisasi terhadap lebih dari 3.500 galur (strain) kutub, dan menghimpun hampir 30.000 sampel dari 185 genus. Koleksi ekstensif ini memberikan landasan teoritis yang solid untuk eksplorasi dan pemanfaatan sumber daya mikrob kutub baru di masa depan, ungkap tim ekspedisi itu.

Baca Juga: Antibiotik, Perhatikan Hal Ini Demi Kesehatan saat Mengonsumsinya

unik di kutub selatan dan utara, yang terbentuk oleh isolasi geografis jangka panjang, masih alami dan memiliki banyak galur mikrob baru.

-mikroorganisme itu merupakan sumber daya yang berharga untuk mempelajari genetika biologi dan keanekaragaman spesies. Potensi pengaplikasiannya sangat luas, mulai dari biofarmasi, pengembangan kosmetik, produksi enzim industri, hingga perlindungan dan pemulihan lingkungan ekstrem.

(Zie/)

Sumber: Xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait