Australia Buka Fasilitas untuk Lindungi 13 Juta Spesimen Keanekaragaman Hayati
Mereka merupakan kekuatan tersembunyi yang mendukung segala hal, mulai dari melacak serangan hama hingga menemukan spesies baru dan memahami keragaman
Nusantaraterkini.co, CANBERRA - Badan ilmu pengetahuan nasional Australia membuka sebuah pusat keanekaragaman hayati untuk melindungi lebih dari 13 juta spesimen.
Berlokasi di Canberra, ibu kota Australia, gedung baru tersebut diberi nama Diversity.
Fasilitas ini menggabungkan Koleksi Satwa Liar Nasional Australia dan Koleksi Serangga Nasional Australia di satu bangunan dalam ruang penyimpanan yang suhunya terkontrol, tahan api, dan tahan hama, ungkap sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (14/8) oleh Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran (Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization/CSIRO).
Baca Juga : Mengintip Perayaan Ulang Tahun Pertama Panda Kembar Jia Jia dan De De di Hong Kong
Diversity menyimpan salah satu koleksi burung Australia dan Papua Nugini terbanyak di dunia, arsip serangga yang dalam jumlah besar, serta spesimen-spesimen lain yang diawetkan selama 150 tahun, untuk mendukung biosekuriti, konservasi, ketahanan iklim, dan pengelolaan lingkungan.
"Mereka merupakan kekuatan tersembunyi yang mendukung segala hal, mulai dari melacak serangan hama hingga menemukan spesies baru dan memahami keragaman genetik ekosistem asli Australia," kata Direktur Eksekutif CSIRO Doug Hilton.
Baca Juga : BSKDA Stabat Pindahkan 4 Ekor Satwa Dilindungi yang Diterima dari Warga
Dilengkapi dengan laboratorium genomika dan digitisasi canggih, fasilitas bernilai 90 juta dolar Australia (1 dolar Australia = Rp10.523) itu akan memungkinkan para peneliti dan masyarakat ilmuwan di seluruh dunia untuk mengekstrak DNA, mengambil gambar beresolusi tinggi, serta berbagi data, papar CSIRO.
Didanai bersama oleh CSIRO dan Departemen Pendidikan Australia, proyek tersebut dimulai pada 2022, dengan durasi pembangunan yang memakan waktu lebih dari dua tahun dan durasi pemindahan 13 juta spesimen yang memakan waktu satu tahun, kata CSIRO. Selesai
(fer/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSDiduga Hendak Balap Liar, 29 Motor Berknalpot Brong Diamankan di Jalan Diponegoro Medan
hendra·22 menit yang lalu -
PERISTIWAKecelakaan Maut Dua Motor di Sergai, Remaja 17 Tahun Tewas di Lokasi
hendra·1 jam yang lalu -
-
NEWSMayat Pria Ditemukan Membusuk di Bangunan Kosong Tebingtinggi, Polisi Sebut Tak Ada Tanda Kekerasan
hendra·2 jam yang lalu -
-
EKONOMIHutama Karya Genjot JTTS Tembus 1.160 Kilometer, BAKN DPR RI Sorot Dampak Ekonomi
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
EKONOMIPasar Kripto Hari Ini: Bitcoin Naik Tipis ke $84 Ribu, LayerZero Meroket 14 Persen
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
SUMSELOperasi Sikat Musi 2026: 20 Personel Brimob Gencarkan Patroli Keamanan di Palembang
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
PERISTIWAGempa Bumi Magnitudo 6.1 di Sumba Barat Daya, Guncangan Kuat Dirasakan Selama 1 Menit
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
PERISTIWAGempa M5.9 Guncang Aceh Jaya, Getaran Kuat Dirasakan Warga hingga Meulaboh
Rozie Winata·6 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan