Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Terungkap Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Karo, Ikan Disebut Tak Disimpan di Freezer Selama 12 Jam

BGN mengungkap dugaan kelalaian dalam kasus keracunan MBG di Karo. Sebagian ikan disebut tak disimpan di freezer selama lebih dari 12 jam.

Bagikan:
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap penyebab ratusan pelajar SMA di Kabupaten Karo keracunan usai makan MBG. (Foto: istimewa)
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap penyebab ratusan pelajar SMA di Kabupaten Karo keracunan usai makan MBG. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, () mengungkap dugaan kelalaian dalam pengelolaan bahan makanan yang menjadi salah satu temuan dalam kasus keracunan massal yang dialami ratusan siswa di Kecamatan , Kabupaten Karo.

Kepala BGN mengatakan, berdasarkan identifikasi sementara, sebagian ikan yang digunakan dalam menu () diduga tidak disimpan di dalam freezer selama lebih dari 12 jam sebelum diolah.

Kondisi tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap prosedur penyimpanan bahan pangan. pun mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan dapur.

“Ikannya ada sebagian yang dimasak, tidak disimpan di freezer lebih dari 12 jam. Itu kelalaian. Ini sudah saya copot, saya ancam pecat, lagi proses pemecatan dan dapurnya saya tutup dengan klasifikasi berat,” kata , Minggu (16/8/2026).

Sudaryono menjelaskan, hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan adanya persoalan serius pada kondisi fisik dapur. Peralatan yang tersedia juga dinilai cukup memadai untuk mendukung proses pengolahan makanan.

Masalah justru ditemukan pada penerapan prosedur penyimpanan bahan makanan, khususnya ikan yang digunakan dalam menu .

Menurutnya, bahan makanan yang baru diterima seharusnya segera dimasukkan ke dalam freezer agar tetap berada dalam kondisi aman sebelum diolah.

Namun, dalam kasus tersebut, sebagian ikan diduga hanya diletakkan di atas freezer selama berjam-jam karena tempat penyimpanan tidak mencukupi.

“Harusnya ikan diterima dimasukkan freezer. Ini karena freezer enggak muat atau apa, ditaruh di atas freezer berjam-jam. Itu menurut saya kelalaian. Tidak bisa dimaafkan,” tegas Sudaryono.

Temuan tersebut menjadi salah satu fokus evaluasi BGN setelah ratusan di Kecamatan Berastagi mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan makanan program MBG.

Selain melakukan evaluasi dan memberikan sanksi terhadap pengelola dapur, BGN menyerahkan proses hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut kepada aparat penegak hukum.

Sudaryono menegaskan, BGN tidak akan menghalangi proses penyelidikan apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya pelanggaran hukum.

“Semua keracunan ini kita serahkan kepada pihak berwajib. Apabila memenuhi unsur-unsur, kita enggak ada yang tahan-tahan. Kita ingin kerja baik-baik,” ujarnya.

BGN sebelumnya telah menutup dapur yang menjadi sumber penyedia makanan tersebut dengan klasifikasi pelanggaran berat. Proses evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab keracunan yang dialami para siswa.

(Ton/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru