Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Terdampak Proyek BRT Mebidang, Pemko Medan Tanam 61 Ribu Pohon Pengganti di 21 Kecamatan

Pemko Medan siapkan 61.170 pohon pengganti untuk 2.788 pohon terdampak proyek BRT Mebidang di 21 kecamatan.

Pemaparan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Melvi Marlabayana, dalam agenda Sosialisasi Pembangunan BRT yang berlangsung di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Selasa (11/8/2026).(foto: diskominfo medan)
Pemaparan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Melvi Marlabayana, dalam agenda Sosialisasi Pembangunan BRT yang berlangsung di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Selasa (11/8/2026).(foto: diskominfo medan)
A A

Nusantaraterkini.coMEDAN — Proyek pembangunan moda Bus Rapid Transit (BRT) Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang) berdampak pada penebangan 2.788 pohon di sepanjang koridor Kota Medan. Sebagai bentuk komitmen kuat dalam menjaga keseimbangan hidup dan penghijauan kawasan perkotaan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyiapkan sebanyak 61.170 yang disebar di 341 titik lokasi pada 21 kecamatan.

​Langkah reboisasi perkotaan tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Dinas Hidup (DLH) Kota Medan, Melvi Marlabayana, dalam agenda Sosialisasi Pembangunan BRT yang berlangsung di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Selasa (11/8/2026). Pertemuan tersebut dipimpin oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kota Medan, Laksamana Putra Siregar, yang hadir mewakili Wali Kota Medan Rico Waas.

​Dalam paparannya, Melvi menginformasikan bahwa realisasi penanaman hingga Senin (10/8/2026) telah mencapai 14.377 batang. Seluruh pohon pengganti tersebut ditanam secara bertahap di 341 titik lokasi yang tersebar merata di 21 kecamatan di Kota Medan, mencakup kawasan utara, barat, selatan, timur, hingga pusat kota.

"Untuk sebaran alokasi wilayah utara dan barat, distribusi pohon dialokasikan ke Medan Belawan sebanyak 3.049 pohon, Medan Labuhan sebanyak 10.140 pohon, Medan Marelan sebanyak 1.438 pohon, Medan Deli sebanyak 2.996 pohon, Medan Sunggal sebanyak 719 pohon, dan Medan Helvetia sebanyak 2.473 pohon," ujar Melvi.

Sementara untuk wilayah selatan dan sekitarnya, kata dia, alokasi mencakup Medan Selayang sebesar 5.633 pohon, Medan Tuntungan yang menerima alokasi terbanyak mencapai 13.712 pohon, Medan Johor sebanyak 2.080 pohon, Medan Amplas sebanyak 3.734 pohon, Medan Denai sebanyak 318 pohon, serta Medan Tembung sebanyak 342 pohon.

​Adapun wilayah timur, pusat, dan sekitarnya mendapatkan alokasi meliputi Medan Timur sebanyak 1.297 pohon, Medan Perjuangan sebanyak 94 pohon, Medan Barat sebanyak 726 pohon, Medan Petisah sebanyak 356 pohon, Medan Baru sebanyak 2.248 pohon, Medan Polonia sebanyak 3.574 pohon, Medan Maimun sebanyak 4.710 pohon, Medan Kota sebanyak 231 pohon, dan Medan Area sebanyak 130 pohon.

"DLH menargetkan seluruh tahapan penanaman ini rampung sepenuhnya pada akhir Oktober 2026 apabila tidak ada kendala cuaca maupun sarana pendukung di lapangan," lanjutnya.

​Melvi menegaskan, kewajiban pihak kontraktor pelaksana proyek tidak sebatas menanam, melainkan juga bertanggung jawab penuh memelihara tanaman tersebut selama satu tahun setelah proses penanaman agar dapat tumbuh optimal. Terkait regulasi penebangan, berpedoman ketat pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 72 mengenai rasio penggantian pohon.

​Sementara itu, material kayu hasil penebangan pohon saat ini telah diamankan di beberapa depo penyimpanan daerah, salah satunya berlokasi di kawasan Jalan Luku, Kecamatan Medan Johor. 

"Material kayu tersebut nantinya diusulkan untuk dihapuskan dari daftar aset daerah melalui mekanisme pelelangan resmi mengacu pada Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah, setelah terlebih dahulu melalui penilaian harga oleh appraisal independen atau Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL)," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait