Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Terdakwa Mengaku Dipaksa, DPR Desak Investigasi Menyeluruh Kasus Pembunuhan di Indramayu

DPR desak investigasi kasus pembunuhan Indramayu usai terdakwa mengaku dipaksa dan alami penyiksaan.

Anggota Komisi III DPR Abdullah, meminta aparat penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu, yang menjerat terdakwa Ririn Rifanto. (foto: istimewa)
Anggota Komisi III DPR Abdullah, meminta aparat penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap kasus pembunuhan satu keluarga di Paoman, Indramayu, yang menjerat terdakwa Ririn Rifanto. (foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co JAKARTA—Anggota Abdullah, meminta aparat penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap kasus satu keluarga di Paoman, , yang menjerat terdakwa . Desakan ini muncul setelah insiden di Pengadilan Negeri Indramayu pada Rabu (29/4/2026), ketika Ririn berteriak di hadapan wartawan usai menjalani sidang lanjutan. 

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bukan pelaku pembunuhan terhadap Budi Awaludin dan keluarganya yang terjadi pada akhir Agustus 2025. Ririn juga mengaku mengalami selama proses pemeriksaan. Ia menyebut kakinya patah akibat perlakuan tersebut dan mengaku dipaksa memberikan pengakuan sebagai pelaku.

Menanggapi hal itu, Abdullah menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam penanganan perkara yang tidak boleh diabaikan. Ia mendesak Polri dan Kejagung untuk turun langsung melakukan investigasi menyeluruh.

“Kasus ini harus mendapat perhatian serius. Jangan sampai ada praktik terhadap tersangka atau terdakwa untuk memaksakan pengakuan, padahal yang bersangkutan bukan pelaku sebenarnya,” ujar Abdullah, Sabtu (2/5/2026).

.

Ia juga menyoroti tidak dihadirkannya saksi mata dalam persidangan. Menurutnya, hal tersebut semakin memperkuat dugaan adanya kejanggalan dalam yang berjalan.

Abdullah menegaskan bahwa penegakan hukum harus mengedepankan prinsip keadilan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Ia meminta agar tidak terjadi penyimpangan, baik dalam proses penyidikan maupun penuntutan.

“ dan harus turun tangan. Jika ditemukan pelanggaran, baik oleh penyidik maupun jaksa, harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

, lanjut Abdullah, akan terus memantau perkembangan kasus ini guna memastikan berjalan transparan, akuntabel, dan berkeadilan bagi semua pihak.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait