Tatap Panggung Global, USU Masuki Era of Ultimate Excellence
USU luncurkan era "Ultimate Excellence" demi reputasi global, target riset Q1, dan kemandirian finansial 2026
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Universitas Sumatera Utara (USU) saat ini berada di fase penting dalam sejarah panjangnya sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia bagian barat.
Setelah beberapa tahun menjalani fase transformasi kelembagaan, kini USU memasuki tahap baru yang lebih ambisius: fase penguatan keunggulan akademik dan reputasi global.
Perubahan itu ditandai dengan hadirnya tagline baru universitas, “The Era of Ultimate Excellence”. Slogan ini menggantikan narasi sebelumnya, “Transformation Towards the Ultimate" yang selama beberapa tahun terakhir menjadi simbol proses perubahan institusional USU.
Di bawah kepemimpinan Rektor Prof Muryanto Amin, perubahan tagline tersebut mencerminkan pergeseran fase dari tahap transformasi menuju tahap konsolidasi dan penguatan kualitas.
Fase baru ini diperkuat melalui peluncuran Program Kerja Prioritas Universitas Sumatera Utara 2026–2031, sebuah dokumen strategis yang memetakan arah pengembangan universitas dalam lima tahun ke depan.
Prof Muryanto Amin mengatakan, program tersebut menyajikan peta jalan yang cukup komprehensif, mulai dari reformasi sistem pembelajaran, akselerasi riset dan inovasi, penguatan kolaborasi industri, hingga peningkatan kemandirian finansial universitas.
"Selama beberapa tahun terakhir, USU telah melakukan berbagai pembenahan kelembagaan. Transformasi tata kelola, peningkatan kualitas akademik, serta upaya memperluas jejaring internasional menjadi bagian dari proses tersebut," ungkapnya dalam keterangan, Jumat (6/3/2026).
Kini, USU menegaskan, tahap transformasi tersebut telah memasuki fase baru, yakni fase pembuktian. Fase ini tidak lagi sekadar berbicara tentang perubahan struktur atau sistem, tetapi tentang pencapaian keunggulan yang nyata.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian utama adalah produktivitas riset dan publikasi ilmiah internasional. Menurut dokumen program kerja prioritas universitas, jumlah publikasi internasional USU pada tahun 2025 tercatat sekitar 1.473 artikel. Universitas menargetkan angka ini meningkat menjadi 2.000 publikasi internasional pada tahun 2026.
"Namun target tersebut tidak hanya berfokus pada jumlah publikasi. Kualitas publikasi juga menjadi prioritas, karenanya universitas menargetkan peningkatan proporsi artikel pada jurnal bereputasi tinggi (Q1) dari 23,35 persen menjadi 27,68 persen," jelasnya.
Peningkatan kualitas dan kuantitas riset ini diharapkan berdampak langsung terhadap posisi universitas dalam pemeringkatan internasional. Saat ini, USU berada pada kisaran 1001–1200 dalam QS World University Rankings, dan ke depan USU menargetkan peningkatan peringkat menjadi 951–1000 dunia pada tahun 2026.
Dalam proyeksi jangka menengah, USU bahkan menargetkan peningkatan hingga sekitar 300 peringkat global pada tahun 2030. Target tersebut tentu bukan hal yang sederhana. Ia menuntut perubahan budaya akademik yang lebih produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada kualitas.
Pembelajaran Mahasiswa
Muryanto Amin melanjutkan, transformasi USU tidak hanya diarahkan pada peningkatan riset. Sistem pembelajaran mahasiswa juga menjadi fokus utama. Dalam evaluasi internal, salah satu tantangan yang dihadapi adalah tingkat kelulusan tepat waktu mahasiswa sarjana yang masih stagnan di kisaran 47 persen.
Selain itu, hubungan antara kampus dan dunia industri dinilai masih perlu diperkuat. Untuk menjawab tantangan tersebut, universitas meluncurkan sejumlah program inovasi pembelajaran.
Beberapa di antaranya antara lain: Supervision Acceleration and Monitoring System (SAMS), sebuah sistem pengawasan akademik yang dirancang untuk mempercepat penyelesaian skripsi mahasiswa.
Melalui sistem ini, mahasiswa yang mengalami stagnasi akademik dapat terdeteksi lebih awal sehingga intervensi akademik dapat dilakukan lebih cepat.
Program lainnya adalah Industry Linkage and Career Acceleration Program (ILCAP) yang bertujuan memperkuat hubungan antara mahasiswa dan dunia kerja. Melalui program ini, universitas menargetkan peningkatan jumlah kerja sama industri serta memperluas kesempatan magang dan rekrutmen bagi mahasiswa.
Selain itu terdapat Student Research and Publication Booster (STUREP) yang dirancang untuk mendorong mahasiswa berkontribusi dalam publikasi ilmiah internasional.
Universitas bahkan menargetkan peningkatan kontribusi publikasi mahasiswa dalam total publikasi universitas secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, melalui program International Mobility and Global Exposure (IMOGEX), USU berupaya meningkatkan mobilitas internasional mahasiswa melalui program pertukaran pelajar, riset bersama, serta program dual degree dengan universitas luar negeri.
"Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa universitas sedang berusaha membangun ekosistem pembelajaran yang lebih global dan berbasis kolaborasi," tegasnya.
Riset Berdampak: Dari Kampus ke Industri
Selain pendidikan, USU juga menempatkan riset berdampak sebagai salah satu prioritas utama. Universitas tidak lagi hanya mendorong publikasi akademik, tetapi juga berusaha memastikan bahwa penelitian yang dilakukan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri.
Dalam program kerja prioritas, universitas menetapkan beberapa target konkret. Di antaranya adalah produksi 20 buku akademik hasil kerja sama dengan mitra industri atau lembaga eksternalpada tahun 2026. Selain itu universitas juga menargetkan 20 studi kasus industri yang dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran di kelas.
Pendekatan ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara teori akademik dan praktik di dunia nyata. Langkah lainnya adalah penguatan produksi paten dan hak kekayaan intelektual (HKI).
Pada tahap awal, universitas menargetkan setidaknya 5 paten atau HKI terdaftar pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya komersialisasi inovasi kampus. Dengan strategi ini, universitas berharap dapat memperluas dampak ekonomi dan sosial dari penelitian akademik.
Kampus yang Lebih Mandiri
Salah satu perubahan paling signifikan dalam strategi pengembangan USU adalah upaya meningkatkan kemandirian finansial universitas. Sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH), universitas memiliki tanggung jawab untuk mengelola sumber daya secara lebih mandiri.
Saat ini, pendapatan non-APBN USU masih berada pada kisaran 7,66 persen dari total pendapatan universitas. Melalui berbagai strategi pengembangan unit usaha, universitas menargetkan peningkatan angka tersebut hingga 35 persen dalam beberapa tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, berbagai fasilitas universitas akan dikembangkan menjadi unit usaha profesional.
Beberapa di antaranya meliputi rumah sakit universitas, pusat bahasa, laboratorium terpadu, layanan konsultasi industri, hingga pengembangan agribisnis melalui kebun percobaan universitas. Tujuan utamanya adalah mengurangi ketergantungan universitas terhadap uang kuliah mahasiswa sekaligus meningkatkan kontribusi universitas kepada masyarakat luas.
Transformasi menuju universitas berkelas dunia tidak hanya membutuhkan strategi yang jelas, tetapi juga konsistensi dalam pelaksanaannya. Budaya akademik yang produktif, kolaborasi lintas disiplin, serta keterbukaan terhadap perubahan menjadi faktor penting dalam keberhasilan agenda transformasi ini.
Bagi USU, “The Era of Ultimate Excellence” bukan sekadar slogan. Ia adalah sebuah komitmen untuk memastikan bahwa universitas tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pusat produksi pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi masyarakat.
"Perjalanan menuju keunggulan tentu tidak mudah. Namun dengan fondasi transformasi yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir, USU kini memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu universitas terkemuka level nasional dan global," pungkasnya.
(zie/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALCekcok Biaya Anak Berujung Maut, Istri di OKI Tusuk Suami PNS hingga Tewas
Rozie Winata·36 menit yang lalu -
SUMSELBPBD Sumsel Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Karhutla Puluhan Hektare di OKI dan Muara Enim
Rozie Winata·46 menit yang lalu -
NEWS VIDEOHotel di Bali Berguguran, DPR Soroti Tiket Mahal hingga Infrastruktur
Fadli Tara·47 menit yang lalu -
KRIMINALBawa 480 Gram Sabu dari Medan ke Aceh, Penumpang Travel Ditangkap
Rozie Winata·55 menit yang lalu -
KRIMINALKasus Penganiayaan Tokoh Pers oleh Oknum Polisi Masih Berlanjut di Polres Padangsidimpuan
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
ENTERTAIMENTKartika Ong Perjalanan Hidup Dibalut jadi Lirik Lagu, Aku Bukan Yang Hilang
Akbar·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANStrategi Pemko Medan Optimalkan PAD dan Infrastruktur dalam R-APBD Perubahan 2026
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIPemprov Sumut dan AS Jajaki Peluang Investasi Strategis untuk Dongkrak Perekonomian Daerah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALDPD Dorong Menag Perkuat Toleransi dan Desak Penyelesaian Konflik Rumah Ibadah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
Semua berita sudah ditampilkan