Tanggapi Aksi Mahasiswa, Sejumlah Elemen di Sumut Sampaikan Catatan
Sejumlah tokoh di Sumut menanggapi aksi mahasiswa dengan menekankan pentingnya adab, kepentingan rakyat, dan menghindari penunggangan aksi.
Nusantaraterkini.co, MEDAN-Sejumlah elemen di Sumatera Utara menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa yang terjadi beberapa waktu terakhir. Mereka sepakat penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara, namun memberikan sejumlah catatan.
Hal ini mengemuka dalam dialog sejumlah tokoh yang digelar di salah satu kafe di Kota Medan, Jumat (19/6/2026). Hadir antara lain akademisi dari sejumlah kampus di Sumatera Utara seperti Dr Tappil Rambe MSi, Dr Syukri Albani, Dr Ara Auza MIkom, Dr Iwan Nasution MHI. Hadir juga sejumlah tokoh organisasi seperti H Alim Nur Nasution SE MM (Al Wasliyah), Syafrizal Harahap (pemuda masjid) tokoh pemuda Surya Kurniawan ST dan M Ikhyar Velayati (aktivis 98).
"Ada hal yang menjadi catatan dan mengingatkan dari kami sebagai akademisi, sebaiknya dalam menyampaikan aspirasi tetap mengedepankan adab dan tidak mengeluarkan ungkapan-ungkapan yang tidak baik," ujar Tappil Rambe.
Ia tidak memungkiri ada beberapa kali misskomunikasi antar pejabat, dalam hal ini pembantu presiden. Namun, katanya, hendaknya dalam menyikapinya harus tetap dengan santun.
Hal senada juga dikatakan Alim Nur Nasution yang saat ini menjabat Sekretaris Alwasliyah Sumut. Menurutnya, dalam menyampaikan kemarahan sekalipun harus dengan penyampaian yang baik dan tidak menimbulkan efek buruk bagi orang lain.
"Apalagi yang kita hadapi adalah presiden, pemimpin negara yang mana harus kita ikuti selagi dalam koridornya. Dan saya merasa apa yang dilakukan Pak Prabowo hari ini masih dalam koridornya dan bertujuan baik," ungkapnya.
Narasumber lainnya, Surya Kurniawan bahkan menyebutkan, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu isu aksi mahasiswa akhir-akhir ini sebagai program yang mulia.
"Bisa kita bayangkan, ada pemimpin yang membuat program memberi makan rakyatnya, tentu mulia. Kalau kemudian ada kekurangan dalam pelaksanaanya itu yang perlu dievaluasi," sebutnya.
Khawatir Dimanfaatkan
Sementara itu, aktivis 98, Ikhyar Velayati mengungkapkan kekhawatirannya jika aksi mahasiswa yang terjadi ditunggangi atau dimanfaatkan oknum tertentu. Sebab, katanya, ia melihat ada anomali dalam gerakan mahasiswa akhir-akhir ini.
"Kita mengingat ke belakang, dalam pergerakan mahasiswa, misalnya 98, isu yang dibawa adalah kepentingan rakyat dan menjadi keprihatinan masyarakat. Nah, sekarang isunya justru yang menentang apa yang dibutuhkan rakyat," sebutnya.
Karena itu, ia mengingatkan agar dalam setiap pergerakan mahasiswa untuk selalu mengedepankan kepentingan rakyat yang lebih besar.
"Jangan sampai justru menguntungkan pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan negara menjadi lebih baik. Apalagi justru ditunggangi," pungkasnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
NASIONALKemnaker Minta Perusahaan Terapkan Higiene Industri
Herman Saleh Harahap·22 menit yang lalu -
-
-
EKONOMITiga Perusahaan Otomotif Mengakui Dugaan Diskriminasi KPPU
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KESEHATANKampanye Germas Ceria, Kahiyang Ajak Siswa Hidup Sehat
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumsel Tangkap Tersangka Pembobol Rumah Guru Agama
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANPemko Medan Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Sumatera
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut Kebut Pembangunan Infrastruktur dan Realisasi APBD 2026
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan