Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tanggapi Aksi Mahasiswa, Sejumlah Elemen di Sumut Sampaikan Catatan

Sejumlah tokoh di Sumut menanggapi aksi mahasiswa dengan menekankan pentingnya adab, kepentingan rakyat, dan menghindari penunggangan aksi.

Para narasumber dalam dialog sejumlah tokoh yang digelar di salah satu kafe di Kota Medan, Jumat (19/6/2026).(foto: herman/nusantaraterkini.co)
Para narasumber dalam dialog sejumlah tokoh yang digelar di salah satu kafe di Kota Medan, Jumat (19/6/2026).(foto: herman/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, -Sejumlah elemen di menanggapi aksi mahasiswa yang terjadi beberapa waktu terakhir. Mereka sepakat penyampaian aspirasi adalah hak setiap warga negara, namun memberikan sejumlah catatan.

Hal ini mengemuka dalam dialog sejumlah tokoh yang digelar di salah satu kafe di Kota Medan, Jumat (19/6/2026). Hadir antara lain akademisi dari sejumlah kampus di Sumatera Utara seperti Dr MSi, Dr , Dr MIkom, Dr MHI. Hadir juga sejumlah tokoh organisasi seperti H SE MM (), Syafrizal Harahap (pemuda masjid) tokoh pemuda ST dan M ().

"Ada hal yang menjadi catatan dan mengingatkan dari kami sebagai akademisi, sebaiknya dalam menyampaikan aspirasi tetap mengedepankan adab dan tidak mengeluarkan ungkapan-ungkapan yang tidak baik," ujar .

Ia tidak memungkiri ada beberapa kali misskomunikasi antar pejabat, dalam hal ini pembantu presiden. Namun, katanya, hendaknya dalam menyikapinya harus tetap dengan santun.

Hal senada juga dikatakan yang saat ini menjabat Sekretaris Alwasliyah Sumut. Menurutnya, dalam menyampaikan kemarahan sekalipun harus dengan penyampaian yang baik dan tidak menimbulkan efek buruk bagi orang lain.

"Apalagi yang kita hadapi adalah presiden, pemimpin negara yang mana harus kita ikuti selagi dalam koridornya. Dan saya merasa apa yang dilakukan Pak Prabowo hari ini masih dalam koridornya dan bertujuan baik," ungkapnya.

Narasumber lainnya, Surya Kurniawan bahkan menyebutkan, program Makanan Bergizi Gratis () yang menjadi salah satu isu akhir-akhir ini sebagai program yang mulia. 

"Bisa kita bayangkan, ada pemimpin yang membuat program memberi makan rakyatnya, tentu mulia. Kalau kemudian ada kekurangan dalam pelaksanaanya itu yang perlu dievaluasi," sebutnya.

Khawatir Dimanfaatkan

Sementara itu, , mengungkapkan kekhawatirannya jika yang terjadi ditunggangi atau dimanfaatkan oknum tertentu. Sebab, katanya, ia melihat ada anomali dalam gerakan mahasiswa akhir-akhir ini.

"Kita mengingat ke belakang, dalam pergerakan mahasiswa, misalnya 98, isu yang dibawa adalah kepentingan rakyat dan menjadi keprihatinan masyarakat. Nah, sekarang isunya justru yang menentang apa yang dibutuhkan rakyat," sebutnya.

Karena itu, ia mengingatkan agar dalam setiap pergerakan mahasiswa untuk selalu mengedepankan kepentingan rakyat yang lebih besar. 

"Jangan sampai justru menguntungkan pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan negara menjadi lebih baik. Apalagi justru ditunggangi," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru