Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Suami Peluk Istri dan Lompat Bersama dari Gedung Hingga Tewas, Alasan Begitu Mengejutkan

seorang suami memaksa istrinya untuk berpelukan dan melompat dari lantai 16

Ist/tangkapan layar
Ist/tangkapan layar
A A

Nusantaraterkini.co - Masyarakat dihebohkan dengan kasus pasangan sengaja menghilangkan nyawanya bersama-sama dengan melompat dari gedung.

Pasangan meninggalkan dua anak usai dinyatakan tewas usai sengaja Bersama-sama menghilangkan nyawa.

Warga setempat sempat kaget saat mengetahui tersebut sengaja menghilangkan nyawa, pasalnya mereka dikenal sebagai keluarga yang harmonis selama ini.

Bahkan para tetangga tak pernah sekalipun mendengar keduanya cekcok.

Sang suami pun dikenal sebagai sosok pribadi yang baik dan lembut, oleh karena itu mereka bingung ketika mengetahui jika sang suamilah yang mengajak istrinya untuk .

Namun saat kasus ini ditangani lebih lanjut oleh kepolisian, fakta lain yang menyayat hatipun terungkap.

Warga yang awalnya menyalahkan sang suami karena bersikap ekstrem, kini malah mengasihaninya.

Lantas apa yang sebenarnya terjadi?

Dilansir dari Sanook, ini menjadi kasus yang mengejutkan bagi masyarakat Tiongkok.

Pada tanggal 1 Juni 2024 disebuah bangunan perumahan di kawasan Yibin, Provinsi Sichuan, seorang suami memaksa istrinya untuk berpelukan dan melompat dari lantai 16 hingga menewaskan keduanya.

Pada hari kejadian Orang-orang yang tinggal di apartemen mendengar "Tuan Liu" berdebat dengan istrinya.

Tanpa diduga, pada jam 9 malam di hari yang sama saat pertengkaran mencapai puncaknya Liu memeluk istrinya dan melompat dari lantai 16.

Orang-orang di lokasi kejadian langsung ribut dan mengkritik sang suami karena terlalu ekstrem.

Namun, setelah alasan di balik tindakannya terungkap, dan pesan terakhir yang dia tinggalkan Mengungkap apa yang terjadi.

“Jika seseorang dipaksa menjadi gila, apa yang berani mereka lakukan? Saya bukan bank saya benar-benar tidak punya harapan lagi dalam hidup ini…” Ini adalah pesan terakhir yang dikirimkan Liu kepada kerabat dan teman-temannya sebelum tragedi tersebut.

Liu, 31 tahun, dulunya bekerja sebagai sopir ekskavator.

Mereka berpenghasilan lebih dari 10.000 yuan per bulan (Rp 22.410.940,00) cukup untuk membayar biaya hidup keluarga mereka setiap bulan.

 Istri Liu, 29 tahun, bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan mendapat uang dari pekerjaan musiman.

Pernikahan mereka sangat harmonis, setiap bulan Liu memberikan semua gajinya untuk disimpan oleh istrinya.

Semua damai sampai orang tua Liu jatuh sakit, dan memerlukan uang yang lumayan banyak untuk perawatan medis.

Namun, sang istri mengatakan jika semua tabungan mereka habis tak bersisa.

Ternyata sang istri memakai seluruh uang mereka untuk bermain judi.

Namun ketika dia melihat istrinya menangis dan meminta maaf, pada akhirnya ia berusaha mencari uang dan meminjam uang kepada kerabatnya.

Uang tersebut digunakan untuk berobat, dan melunasi hutang istrinya yang masih tertunggak.

Ia memaafkan kesalahan istrinya dan berharap agar sang istri tidak tersesat lagi.

Namun ternyata sang istri malah melakukan hal yang sama kembali.

Ia kembali berjudi dan kini memiliki hutang ratusan juta.

Tuan Liu merasa depresi, ia begitu kecewa dengan sang istri dan juga harus memikirkan biaya berobat kedua orang tuanya.

Selama perdebatan sengit itu Liu benar-benar kehilangan kepercayaan pada istrinya.

Ia merasa putus asa, dan terpaksa memeluk istrinya sebelum melompat dan tewas bersama.

(mft/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru