Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Soroti Peredaran Narkoba hingga Kejahatan Jalanan, Mahasiswa Desak Evaluasi Kinerja Polda Sumut

Mahasiswa demo di Medan soroti peredaran narkoba dan kejahatan jalanan, desak evaluasi Polda Sumut

Mahasiswa dari aliansi Cipayung Plus saat berorasi di depan Pos Bloc, Jalan Pos Medan, Jumat (14/8/2026). (Foto: Novia/Nusantaraterkini.co)
Mahasiswa dari aliansi Cipayung Plus saat berorasi di depan Pos Bloc, Jalan Pos Medan, Jumat (14/8/2026). (Foto: Novia/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN — Aliansi mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa dengan menyuarakan kritik terhadap kinerja aparat penegak hukum di wilayah hukum , Jumat (14/8/2026).

Dalam aksi yang digelar di depan Pos Bloc, Jalan Pos, Medan ini, mahasiswa menyoroti persoalan , , serta dugaan praktik korupsi yang dinilai masih menjadi persoalan serius di Sumatera Utara (Sumut).

Dalam orasinya, mahasiswa menilai persoalan narkoba di Sumut telah berada pada kondisi yang mengkhawatirkan. Mereka berpendapat, maraknya penyalahgunaan dan peredaran narkotika tidak hanya mengancam generasi muda, tetapi juga berpotensi memicu berbagai tindak kriminal lainnya.

“Kita sebagai mahasiswa harus memperhatikan aparatur-aparatur yang tidak mengeksekusi, tidak sanggup menumpas narkoba di Sumatera Utara,” ujar salah seorang orator di hadapan peserta aksi.

Menurut massa aksi, persoalan narkoba harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Mereka juga mengaitkan maraknya peredaran narkotika dengan meningkatnya keresahan masyarakat akibat , termasuk aksi begal.

Selain persoalan narkoba, mahasiswa turut menyoroti dugaan penyimpangan dalam sejumlah program pemerintah. Salah satunya terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Massa meminta pengelolaan program tersebut dilakukan secara transparan dan diawasi secara ketat untuk mencegah terjadinya potensi penyalahgunaan anggaran. Mereka juga mempertanyakan dugaan keterlibatan oknum aparat dalam pengelolaan unit usaha atau dapur penyedia program tersebut.

Mahasiswa menilai aparat penegak hukum harus mampu menjalankan fungsi pengawasan dan penindakan secara profesional, transparan, serta tanpa pandang bulu.

“Kalau aparat penegak hukum tidak mampu menyelesaikan persoalan yang menjadi keresahan masyarakat, maka harus ada evaluasi terhadap kepemimpinan,” tegas massa dalam aksi tersebut.

Sebagai bentuk tuntutan, aliansi mahasiswa mendesak Kapolda Sumut dicopot dari jabatannya. Mereka menilai evaluasi terhadap kepemimpinan diperlukan apabila berbagai persoalan tersebut dinilai belum mampu ditangani secara optimal.

Aksi tersebut kemudian ditutup dengan seruan kepada masyarakat untuk bersama-sama mengawal penegakan hukum dan pemberantasan narkoba. Mahasiswa menegaskan, kritik yang disampaikan merupakan bentuk kontrol sosial dan dorongan agar aparat penegak hukum bekerja lebih tegas serta profesional. 

(Cw2/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait