Soal Kasus Predator Seks di Jepara, Komisi IX DPR:Ini Tragedi Kemanusiaan
Kasus predator seks yang melibatkan 31 anak baru gede (ABG) menjadi korban dengan tersangka berinisial S (21) di Jepara membuat Anggota Komisi IX DPR
nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kasus predator seks yang melibatkan 31 anak baru gede (ABG) menjadi korban dengan tersangka berinisial S (21) di Jepara membuat Anggota Komisi IX DPR Ashabul Khafi naik pitam. Ashabul memandang kasus tersebut sebagai tragedi kemanusiaan.
"Saya sangat prihatin, bahkan marah, dengan terungkapnya kasus predator seksual di Jepara. Ini bukan sekadar kejahatan, ini tragedi kemanusiaan. Bayangkan, sudah 31 anak jadi korban. Ini alarm keras bahwa kita masih punya celah besar dalam perlindungan anak, dalam pengawasan sosial, dan dalam pendidikan digital di tengah masyarakat," kata Ashabul, Sabtu (3/5/2025).
Baca Juga : Jamaah Haji Mulai Tiba di Tanah Suci, Petugas Diminta Beri Layanan Optimal
Ashabul Kahfi meminta negara hadir dalam menuntaskan kasus tersebut. Ia menyebut jika dibiarkan begitu saja, maka kasus serupa akan muncul di kemudian hari.
"Saya ingin tegaskan negara harus benar-benar hadir. Jangan setengah hati. Anak-anak adalah masa depan kita. Dan kalau kita biarkan kasus seperti ini terus berulang, berarti kita gagal sebagai bangsa," ungkap politikus PAN ini.
Ashabul meminta Kementerian PPPA, Kementerian Sosial dan juga pihak kepolisian untuk mengambil langkah konkret. Ia mendorong pemulihan psikologis bagi korban diutamakan.
Baca Juga : Komisi II Dukung Presiden Prabowo Tarik Aset Negara dari Swasta
"Pertama, pastikan pemulihan psikologis anak-anak korban berjalan dengan serius, bukan cuma sekali dua kali trauma healing lalu selesai. Harus ada pendampingan jangka panjang. Kedua, kejar pelaku sampai ke akar. Jangan berhenti di satu nama. Periksa juga kemungkinan adanya jaringan atau penyebaran konten ilegal. Ini harus jadi perhatian tim siber," ujarnya.
Adapun Ashabul berharap ada pembentukan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di semua desa dan kelurahan. Ia tak ingin menunggu ada korban baru, lantas kebijakan itu diambil.
"Dan lebih dari itu, kita harus berani bicara soal pendidikan seksual yang sehat. Ini penting. Tanpa tabu. Tanpa stigma. Anak-anak kita harus tahu cara melindungi diri mereka sendiri. Orang tua dan guru juga perlu diedukasi. RT, RW semua harus paham tanda-tanda kekerasan seksual," ujar Ashabul.
"Intinya, jangan beri ruang sedikit pun untuk predator seksual di negeri ini. Ini bukan cuma soal penegakan hukum. Ini soal penegakan nurani. Kalau perlu, kita revisi kebijakan, kita perketat aturan karena anak-anak kita harus dilindungi. Sekali lagi itu tugas negara dalam konstitusi," tambahnya.
Diketahui ada 31 korban pemerkosaan anak di bawah umur yang dilakukan oleh S tersebar di sejumlah daerah hingga luar Pulau Jawa. Polisi mengatakan sebagian besar korban berada di wilayah Jepara.
"Itu ada berasal dari Jawa Timur, Semarang, Lampung, dan sebagian besar di wilayah Jepara," ujar Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Dwi Subagio.
(cw1/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALWamenaker: Pelindungan Peserta Pemagangan Luar Negeri Jadi Prioritas
Herman Saleh Harahap·24 menit yang lalu -
PAPUA TERKINIMRP Minta Dukungan DPD Percepat Pembentukan Provinsi Papua Utara
Herman Saleh Harahap·36 menit yang lalu -
E-SportKejutan MPL ID Season 18, Dewa United Tumbangkan TLID
Herman Saleh Harahap·57 menit yang lalu -
EKONOMIEkspor Naik, Neraca Perdagangan Sumut Surplus US$731 Juta
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMUTDinsos Sumut Salurkan Bantuan Pascabencana ke 13.702 Keluarga
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKejagung Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan Motor MBG Rp1,2 Triliun
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
EKONOMIOJK Luncurkan RP3I 2026-2030 untuk Perkuat Resiliensi Perbankan
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Bongkar Modus Narkoba Gunakan Fitur 'Share Location'
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
PERISTIWA5 Ekor Lembu Warga Simalungun Mati Bersamaan di Areal Perkebunan Dolok Ilir, Diduga Keracunan
hendra·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan