Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Sambangi Polda Sumut, Pasangan Lansia asal Asahan Beharap kepada Presiden Prabowo

Pasangan lansia ini menuntut keadilan atas penyerobotan lahan miliknya

Togar didampingi istrinya, Nurhaida Sitorus dan kuasa hukumnya saat mendatangi Mapolda Sumut, Senin (3/3/2025). (Foto: Istimewa)
Togar didampingi istrinya, Nurhaida Sitorus dan kuasa hukumnya saat mendatangi Mapolda Sumut, Senin (3/3/2025). (Foto: Istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pasangan Lanjut Usia (Lansia) asal Kabupaten Asahan berharap kepada Presiden Prabowo menyelsesaikan persoalan yang dialaminya.

Pasalnya, hingga kini belum ada kepastian hukum atas persoalan oleh mafia tanah yang dialami pasangan Lansia Togar Sitohang (75) dan Nurhaida Sitorus (70) di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

"Dalam kesempatan ini, kami berharap Kapolda Sumatera Utara, Kapolri bahkan Presiden Prabowo dapat membantu untuk menyelesaikan atas ketidakadilan yang kami alami dan berharap menangkap para mafia tanah yang sudah mengambil hak kami," ujar Togar didampingi istrinya, Nurhaida Sitorus dan kuasa hukumnya, di Mapolda Sumut, Senin (3/3/2025).

Sambil menjerit histeris, di halaman Ditreskrimum , pasangan lansia ini menuntut keadilan atas miliknya.

"Kedatangan kami di sini untuk mempertanyakan kepastian hukum atas laporan yang sudah 5 bulan mandek, pascaamar putusan prapid dari Pengadilan Negeri Medan, terkait perkara penyerobotan lahan di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara," jelasnya.

Pada kesempatan ini, pasangan Lansia tersebut membawa sejumlah dokumen memasuki ruang penyidik Ditreskrimum Polda Sumut. 

"Syukur, kedatangan kami hari ini membuahkan hasil. Sebab, kami menerima seoucuk surat dari penyidik yang menyatakan bahwa laporan kami ditindaklanjuti," jelas Togar. 

Surat yang diberikan tersebut, ungkap Togar menjadi bukti, bahwasanya laporan mereka telah ditindaklanjuti kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), dalam surat yang bernomor b/81/II / 2025/ditreskrimum/ perihal Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) lanjutan.

"Setelah dua kali mendatangi Mapolda Sumut, baru ada kejelasan terkait laporan kami yang selama ini mandek," pungkasnya.

Sebelumnya, penyerobotan lahan tersebut bermula saat pasangan Lansia ini meminjam uang sebesar Rp50 juta dengan jaminan sertifikat tanah oleh abang kandung terlapor. 

Namun saat korban akan mengambil surat tanah yang dijaminkan tersebut dengan mengembalikan uang, sertifikat tanah yang sebelumnya atasnama korban Togar telah dialihkan ke nama istri dari adik telapor tanpa sepengetahuan korban hingga akhirnya pasangan Lansia ini melapor ke polisi.

Dalam hal ini, korban berharap adanya rasa keadilan mereka dapatkan, sehingga yang menjadi hak mereka didapatkan kembali. 

(akb/nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru