Ruslan Daud Desak Pemerintah Data Akurat Peternak Aceh Terdampak Banjir Penerima Bantuan
Ruslan Daud minta pendataan riil bantuan peternak terdampak banjir Aceh. Pastikan tepat sasaran & transparan
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota DPR Ruslan M Daud mengapresiasi langkah pemerintah yang memberikan penggantian atas kerugian hewan ternak warga yang mati atau hilang akibat banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatera pada akhir November 2025.
Dia mewanti-wanti kebijakan ini harus dibarengi dengan pendataan akurat di lapangan.
“Langkah pemerintah ini patut diapresiasi karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Namun, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh pendataan akurat di lapangan,” katanya, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga : Presiden Prabowo Arahkan Menu MBG Pakai Daging Sapi, Pengamat: Waspada Dampak ke Peternak Ayam
Ruslan menilai kebijakan tersebut mencerminkan kehadiran negara dalam melindungi mata pencaharian peternak yang terdampak bencana. Menurutnya, bagi masyarakat pedesaan, ternak merupakan sumber utama penghidupan keluarga.
"Di Aceh jumlah peternak cukup besar. Mereka kehilangan mata pencaharian setelah banjir dan longsor menghantam. Jadi sudah selayaknya mereka mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Ia mengatakan pemerintah harus memastikan penyaluran bantuan untuk peternak tepat sasaran. Menurutnya tanpa data yang riil, akurat, dan mutakhir, penyaluran bantuan berpotensi tidak tepat sasaran dan memicu persoalan baru, seperti kecemburuan sosial hingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Tanpa data yang valid, bantuan bisa meleset. Ada yang seharusnya menerima justru terlewat, sementara yang tidak terdampak bisa tercatat sebagai penerima. Ini yang harus dicegah,” ujarnya.
Legislator dapil Aceh ini menekankan pentingnya peran kepala desa, perangkat gampong, dan dinas terkait untuk melakukan pendataan menyeluruh atas kerugian peternak akibat banjir dan longsor.
Baca Juga : Penyaluran Bantuan bagi Peternak Terdampak Banjir di Sumatera Diminta Diawasi Ketat
Pendataan tersebut, lanjutnya, harus dilakukan secara faktual, diverifikasi di lapangan, dan segera dilaporkan kepada Kementerian Pertanian sebagai dasar penyaluran bantuan.
Mantan Bupati Bireun ini mengingatkan agar pendataan tidak bersifat administratif semata atau berbasis data lama. Pendataan harus benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.
"Jangan menggunakan data usang atau perkiraan karena ini menyangkut hak masyarakat korban bencana dan masa depan ekonomi mereka,” tegasnya.
Selain itu, HRD juga mendorong para penyintas banjir, khususnya peternak, untuk aktif mengawal proses pendataan. Mereka bisa melaporkan kerugian secara jujur dan memastikan data yang dihimpun aparatur desa sesuai kondisi sebenarnya.
“Penyintas juga punya hak memastikan data mereka benar. Jika ada yang terlewat atau tidak sesuai, segera disampaikan. Transparansi ini penting agar bantuan benar-benar adil,” tandas Anggota Komisi V DPR ini.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANAparat Gabungan Razia Rutan Kabanjahe, Ratusan WBP Dites Urine
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NEWSHendak Dipulangkan dari Arab Saudi, Warga Lhokseumawe Muhammad Iksan Hilang Kontak
hendra·4 jam yang lalu -
NEWSKPK OTT Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, 14 Orang Diamankan Terkait Proyek PUTR
hendra·5 jam yang lalu -
NEWSKetua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus Diperiksa Polda, Diduga Terkait Kasus Dhody Thahir
hendra·6 jam yang lalu -
PERISTIWAHujan Deras dan Angin Kencang Diduga Picu Banjir Bandang Solok, Rumah Warga Terdampak
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWAJalur Padang-Solok Putus Total Diterjang Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang
hendra·7 jam yang lalu -
PERISTIWABanjir Bandang Terjang Pusat Pemerintahan Kabupaten Solok, Sejumlah Kantor Terendam
hendra·8 jam yang lalu -
KOTA MEDANFraksi PDIP Soroti Keterlambatan Ranperda Pajak dan Tingginya Biaya PBG Medan
hendra·8 jam yang lalu -
PENDIDIKAN5 Kepala SD Negeri di Tebingtinggi Dicopot, Diduga Terkait Dana Revitalisasi Sekolah
hendra·9 jam yang lalu -
KRIMINALGeger! Jasad Bayi Perempuan Ditemukan dalam Bungkusan Kain Merah di Tembung
hendra·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan