Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pukau Pengunjung PRSU 2026, SMAN 12 Medan Pamerkan Rompi Ulos hingga Sayur Hidroponik Premium ​

SMAN 12 Medan memamerkan rompi ulos, pupuk kompos, dan sayur hidroponik premium karya siswa di PRSU 2026 untuk mendukung jiwa wirausaha.

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Medan turut ambil bagian dengan memamerkan berbagai produk inovatif karya kokurikuler siswa, mulai dari pupuk kompos organik, baju rompi bermotif ulos, hingga sistem pertanian tanaman hidroponik, Senin (6/7/2026).(foto: istimewa)
Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Medan turut ambil bagian dengan memamerkan berbagai produk inovatif karya kokurikuler siswa, mulai dari pupuk kompos organik, baju rompi bermotif ulos, hingga sistem pertanian tanaman hidroponik, Senin (6/7/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co — Ajang bergengsi (PRSU) ke-50 tahun 2026 menjadi panggung kreativitas bagi dunia pendidikan. Di bawah naungan , Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Medan turut ambil bagian dengan memamerkan berbagai produk inovatif karya kokurikuler siswa, mulai dari organik, baju rompi bermotif ulos, hingga sistem pertanian tanaman , Senin (6/7/2026).

Langkah ini diapresiasi banyak pengunjung karena mampu menunjukkan sisi produktif generasi muda di bidang kewirausahaan (entrepreneurship) sejak bangku sekolah.

"Tujuan nya, untuk membentuk dan memberi pembinaan kepada para murid- murid jika nanti sudah lulus dari sekolah ini supaya bisa membuka peluang- peluang usaha," ucap Ibu Nurmawati, penjaga stan yang juga merupakan Guru di .

Salah satu produk yang mencuri perhatian di stan mereka adalah hasil panen dari budidaya tanaman . Nurmawati membeberkan, proses perawatan tanaman modern ini memanfaatkan ruang di halaman sekolah, tepat di samping pos satpam.

​Meski proses produksinya terbilang ramah lingkungan dan tidak terlalu rumit, ia mengakui tantangan terbesar ada pada aspek pemasaran karena harga jualnya yang berada di atas rata-rata harga pasar tradisional.

"Sebenarnya tidak sulit untuk membuat tanaman hidroponik ini, cuman penjualan nya saja yang agak sulit. Karena lebih mahal sayuran yang dari sekolah ini dibandingkan dari harga pasaran di pasar," sebut Nurmawati berterus terang.

​Kendati demikian, kualitas sayuran yang segar, bebas pestisida, dan higienis membuat produk ini memiliki segmen pasar tersenditim, dimulai dari lingkungan terdekat sekolah.

"Karna sayurnya terjamin dan sehat- sehat, sehingga harganya lebih mahal dari harga penjualan dari pada di pasar- pasar," imbuhnya, seraya menambahkan guru-guru " class="article-tag-link" rel="tag">SMAN 12 Medan menjadi pelanggan setia sekaligus pembeli utama hasil karya para siswa tersebut.

​Melalui partisipasi di ini, SMAN 12 Medan berharap produk mereka bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat serta menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk terus menghidupkan program kokurikuler yang berbasis pada kemandirian ekonomi siswa.

(Akb/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait