Program Cetak 3 Juta Hektare Sawah Agar Dilakukan dengan Cermat
rencana cetak sawah jutaan hektare itu akan menghasilkan jutaan ton beras yang bisa membantu mengurangi alokasi impor
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR Riyono berharap wacana program cetak sawah/lahan baru seluas 3 juta hektare oleh Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dapat dilakukan dengan cermat. Terpenting, rencana itu bisa melahirkan petani muda.
Data Badan Penyuluhan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) 2020 Kementan mencatat petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun berjumlah 2,7 juta orang. Hanya sekitar 8 persen dari total petani 33,4 juta orang. Sisanya, lebih dari 90 persen masuk petani kolonial, atau petani yang sudah tua.
“Kalau mau maju pertanian kita, Saya usulkan gaji petani muda kita, jadikan profesi petani menjanjikan. Lulusan pertanian jadikan petani sukses. Kita hitung saja, 2,7 juta petani muda yang siap berkorban katakan 1 juta x 5 juta x 12 bulan = 60 Triliun. Angka yang kecil bagi cita-cita mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan Nasional,” katanya, Senin (28/10/2024).
Di sisi lain, Legislator Fraksi PKS ini menilai rencana cetak sawah jutaan hektare itu akan menghasilkan jutaan ton beras yang bisa membantu mengurangi alokasi impor.
“Cetak sawah baru 3 juta hektare lahan di Indonesia timur memang menjanjikan untuk bisa menghasilkan jutaan ton beras, namun jika gagal akan kehilangan ratusan miliar,” kata Riyono.
Dia mengatakan program ini juga sudah berjalan selama pemerintahan Jokowi. Cita-cita satu juta hektare terealisasi 500 ribu hektare di Indonesia timur dengan biaya triliunan rupiah.
Rencana anggaran biaya (RAB) konstruksi cetak sawah pada 2016 bagi 138 kabupaten sebesar Rp16 juta per hektare, serta khusus untuk daerah Maluku dan Papua sebesar Rp19 juta per hektare.
Sedangkan, untuk cetak 600.000 hektare sawah baru membutuhkan biaya rata-rata di luar Jawa Rp17 Juta per hektare, sehingga minimal butuh Rp10 triliun lebih.
“Kalau 3 juta hektare berapa triliun yang dibutuhkan? Sangat besar, maka harus bertahap dilakukan. Membutuhkan anggaran yang cukup besar untuk cetak sawah baru, Kementan harus bisa menyiasati anggaran yang ada. Jangan sampai mengulang kegagalan yang pernah terjadi,” kata Riyono.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOSidang Dugaan Korupsi Proyek DEK Padangsidimpuan, Saksi Azril Dicecar Hakim Mengenai Alur Pencairan Dana
Fadli Tara·12 menit yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Ungkap 18 Kasus 3C dan Tindak 40 Pelaku Premanisme Selama Operasi Sikat I Musi 2026
hendra·28 menit yang lalu -
-
NEWSArizal Azis Desak Pejabat Lapas Cibinong Dicopot: Soroti Jual Beli Kamar
hendra·49 menit yang lalu -
KRIMINALSidang Korupsi Proyek DEK Padangsidimpuan, Hakim Dalami Dugaan Fee 25 Persen
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELHeboh di Medsos, Penampakan Satwa Diduga Beruang Hitam Gegerkan Warga Sungai Rambang Muara Enim
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSFrederik Kalalembang Sentil Dirjen Pas soal Lapas Mewah: Kejadian Luar Biasa Kok Utus Staf?
hendra·2 jam yang lalu -
-
NEWSMahasiswa Poltekpel Aceh Meninggal Saat Ospek, Keluarga Soroti Lebam di Tubuh
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPolda Sumsel Musnahkan Ribuan Gram Sabu dan Ekstasi Hasil Tangkapan September 2026
Fadli Tara·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan