Prabowo Beberkan Alasan Hapus Tantiem Komisaris hingga Direksi BUMN: Itu Akal-Akalan!
Prabowo Beberkan Alasan Hapus Tantiem Komisaris hingga Direksi BUMN: Itu Akal-Akalan!
Nusantaraterkini.co, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan pemerintahannya menghapus kebijakan tantiem di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang merugi dan memangkas jumlah komisaris BUMN.
Masalahnya, Prabowo menemukan fakta yang tidak masuk akal di lapangan soal tantiem atau bonus pembagian keuntungan yang diberikan kepada direksi atau komisaris BUMN.
Baca Juga : Tiga Hakim Dilaporkan ke KY, Komisi III: Tom Lembong Miliki Kebebasan Mencari Keadilan
“Dan saya hilangkan tantiem. Saya pun tidak mengerti apa arti tantiem itu, itu akal-akalan mereka saja. Dia memilih istilah asing supaya kita tidak mengerti apa itu tantiem!," katanya, Jumat (15/8/2025).
Prabowo mengungkap dirinya bahkan mengetahui di masa lalu ada komisaris BUMN yang rapat sebulan sekali tetapi bisa mendapatkan tantiem Rp 40 miliar.
“Masa ada komisaris yang rapat sebulan sekali, tantiem-nya Rp 40 miliar setahun. Saya juga telah perintahkan ke Danantara direksi pun tidak perlu tantiem kalau rugi! Dan untungnya harus untung benar, jangan untung akal-akalan. Kita sudah lama jadi orang Indonesia,” papar Prabowo.
“Dan kalau direksi itu, kalau komisaris itu keberatan, segera berhenti!” tegasnya, disambut tepuk tangan hadirin.
Adapun ia menemukan bahwa ada BUMN yang memiliki terlalu banyak jajaran komisaris padahal merugi.
“Karena itu saya memberi tugas kepada Badan Pengelola Investasi Danantara untuk membereskan BUMN-BUMN kita. Tadinya pengelolaannya secara tidak masuk akal, perusahaan rugi komisarisnya banyak banget. Saya potong setengah komisaris. Paling banyak enam orang. Kalau bisa cukup empat atau lima,” ujar Prabowo.
Prabowo melanjutkan bahwa setiap rupiah uang rakyat harus dijaga dengan belanja yang berkualitas.
Baca Juga : Fenomena Kepala Daerah Naikan PBB Ugal-ugalan, Pengamat: Masyarakat Tak Percaya Pemerintahan Prabowo
“Jangan seenaknya main-main dengan uang rakyat, jangan seenak-enaknya. Kualitas belanja negara harus terus kita tingkatkan. Kita terus mendorong efisiensi belanja. Setiap rupiah harus memberi manfaat yang nyata. Belanja operasional yang tidak efisien dipangkas,” kata Prabowo.
“Belanja negara harus memberi manfaat, menciptakan lapangan kerja, memperkuat daya beli dan meningkatkan kualitas layanan publik.” pungkasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIPasar Kripto Hari Ini: Bitcoin Naik Tipis ke $84 Ribu, LayerZero Meroket 14 Persen
Rozie Winata·56 menit yang lalu -
SUMSELOperasi Sikat Musi 2026: 20 Personel Brimob Gencarkan Patroli Keamanan di Palembang
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PERISTIWAGempa Bumi Magnitudo 6.1 di Sumba Barat Daya, Guncangan Kuat Dirasakan Selama 1 Menit
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
PERISTIWAGempa M5.9 Guncang Aceh Jaya, Getaran Kuat Dirasakan Warga hingga Meulaboh
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SEPAKBOLAHead to Head FIFA ASEAN Cup 2026: Rekor Pertemuan dan Duel Sengit Indonesia vs Thailand
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Pangan Global Melonjak ke Level Tertinggi dalam Empat Tahun Akibat Gangguan Logistik dan Cuaca
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
SUMUTGangguan Kamtib KA di Sumut Turun 75 Persen, KAI Ajak Warga Jaga Jalur Rel
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
OLAHRAGAIndonesia Peringkat 15 Klasemen Medali Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·12 jam yang lalu -
-
SUMATERA TERKINIDentuman Gandang Tambua Tandai Pembukaan HUT ke-81 Pasaman
Herman Saleh Harahap·13 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan