Polda NTT tangkap pelaku TPPO: Modus Magang ke Taiwan
Tim Penyidik Unit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT berhasil menangkap VN (29)
nusantaraterkini.co, NTT - Tim Penyidik Unit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT berhasil menangkap VN (29) tersangka kasus perdagangan orang dengan modus magang ke Taiwan.
Kabid Humas Polda NTT (Nusa Tenggara Timur) Kombes Pol. Ariasandy mengatakan, penangkapan terhadap VN dilakukan di Bali, pada Selasa (12/11/2024) kemarin.
"Tersangka VN ini ditangkap saat hendak memberangkatkan dua korban ke Taiwan. Kedua korban itu masing-masing inisial SSA (24) dan AB (20)," ujarnya dikutip Antara, Kamis (14/11/2024).
Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, disebut bahwa korban direkrut melalui jalur daring dengan menggunakan grup WhatsApp bernama "cusia education center".
Setelah itu, korban diarahkan untuk berangkat dari Kupang ke Denpasar menggunakan salah satu maskapai penerbangan nasional pada Selasa (12/11/2024) kemarin. Korban dijanjikan akan diberangkatkan pada Rabu (13/11/2024).
"Korban diberangkatkan secara non-prosedural dengan modus pemagangan, namun tanpa bekal persiapan seperti pelatihan bahasa, pengenalan budaya, serta tanpa adanya kontrak kerja atau jaminan kesehatan dan tempat tinggal yang memadai di Taiwan," ujar dia.
Hal ini menunjukkan regulasi permagangan yang ditawarkan tidak sesuai dengan ketentuan, melainkan dikendalikan oleh tersangka VN.
Tersangka VN merencanakan agar korban bekerja sebagai petugas dapur di sebuah hotel di Taiwan dengan gaji sekitar Rp8 juta per bulan, namun dipotong sebesar Rp5 juta setiap bulan selama delapan bulan.
"Potongan ini diklaim sebagai biaya penggantian pemberangkatan, akomodasi, dan keuntungan pribadi tersangka," ujar Ariasandy.
Terkait pasal yang dilanggar, Ariasandy mengatakan bahwa tersangka melanggar Pasal 4, Pasal 10, dan Pasal 11 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO, serta Pasal 81 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Selanjutnya, Unit TPPO akan melanjutkan proses penyidikan dengan memeriksa saksi-saksi, menggelar perkara, serta melakukan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Kejaksaan.
Mereka juga akan mengajukan permohonan perlindungan dan penghitungan restitusi kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Jakarta.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PENDIDIKANPolemik Pemilihan Rektor UINSA, Kemenag Didesak Turun Tangan
Rozie Winata·26 menit yang lalu -
KRIMINALTiga Terduga Pengedar Narkoba Diciduk Polres Binjai, Sabu, Ekstasi dan Ganja Disita
hendra·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAKevin Diks Emban Ban Kapten Timnas Indonesia Gantikan Jay Idzes di FIFA ASEAN Cup 2026
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Matangkan Kesiapan Operasi Sikat I Musi 2026, Sasar Curat, Curas, Curanmor hingga Premanisme
hendra·1 jam yang lalu -
-
-
KRIMINALBaru Dua Bulan Edarkan Pod Getar, Pasangan Kekasih di Medan Simpan 290 Barang Bukti
hendra·2 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Naik Tipis ke Rp2.630.000, Perak Menguat ke Rp44.750
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
NEWSALAMP AKSI Desak Kejari Medan Usut Dugaan Korupsi Proyek Alat Berat Rp11,4 Miliar di DLH
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan