Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pilu Ojol Tertimpa Aspal Panas di Medan, Polisi Turun Tangan Menyelidiki

Video saat korban tertimpa aspal panas ini beredar di media sosial (Medsos). Dari video yang beredar terlihat korban meringis kesakitan

Polisi turun ke lokasi driver ojol tertimpa aspal panas di Medan./Ist
Polisi turun ke lokasi driver ojol tertimpa aspal panas di Medan./Ist
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Seorang pengemudi ojek online (Ojol) mengalami luka-luka usai tubuhnya tertimpa aspal panas di Jalan Kenanga Raya, Lingkungan I, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang.

Video saat korban tertimpa aspal panas ini beredar di media sosial (Medsos). Dari video yang beredar terlihat korban meringis kesakitan karena tubuhnya tertimpa aspal panas.

Sejumlah warga lalu mencoba mengeluarkan korban yang tertimbun aspal panas ini. Usai berhasil dievakuasi, driver Ojol ini lalu dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Terkait kejadian ini, Kanit Lantas Iptu Andrea Nasution menjelaskan pihaknya telah turun tangan untuk menyelidiki kejadian tersebut.

Ia mengatakan peristiwa Ojol tertimpa aspal panas ini terjadi, Sabtu (20/7/2024) kemarin.

"Saat adanya pengerjaan pengaspalan di dalam Gang Gayo Jalan Kenanga Raya, Lingkungan I, Tanjung Sari, Medan Selayang," katanya kepada wartawan, Senin (22/7/2024).

Namun, dum truk yang belum diketahui nomor polisi dan sopirnya pengangkut aspal panas tiba-tiba amblas ke gorong-gorong hingga terbalik. 

"Akibatnya, aspal panas tumpah ke jalan yang bersamaan dengan pengendara ojol yang belum diketahui identitasnya melintas dan tertimpa bagian kakinya," sebut Andrea.

Ia mengatakan kedua belah pihak terkesan tertutup sehingga menghalangi proses penyelidikan yang dilakukan Unit Lantas Polsek Medan Sunggal.

Andrea mengatakan pihaknya sudah berupaya menangani kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dum truk pengangkut aspal panas terbalik menimpa driver ojol tersebut sesuai dengan aturan. Namun, kedua belah pihak tertutup.

"Sehingga percepatan dalam penanganan perkara menjadi terhambat," pungkas Andrea.

(cw5/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait