Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pendapatan Negara di Sumsel Tembus Rp1,13 Triliun pada Januari 2026, Tumbuh 7,13 Persen

Pendapatan negara di Sumsel Januari 2026 capai Rp1,13 triliun, tumbuh 7,13 persen yoy.

Jembatan Ampera sebagai salah satu ikon di Sumsel. (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Jembatan Ampera sebagai salah satu ikon di Sumsel. (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Kantor Wilayah (DJPb) (Sumsel) mencatat realisasi pendapatan negara di wilayah tersebut mencapai Rp1,13 triliun atau 5,33 persen dari target hingga 31 Januari 2026. Capaian di bulan pertama tahun 2026 ini menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 7,13 persen secara tahunan (year on year/yoy). 

Pendorong utama pertumbuhan ini berasal dari sektor perpajakan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tetap stabil di tengah fluktuasi harga komoditas ekspor.

“Penerimaan perpajakan mencapai Rp866,09 miliar atau tumbuh 10,7 persen (yoy). Peningkatan ini didorong oleh setoran PPN dan PPh Pasal 21 seiring membaiknya aktivitas sektor unggulan seperti sawit dan karet, serta dukungan sistem coretax yang lebih optimal,” ujar Kepala Kanwil DJPb Sumsel, , Sabtu (28/2/2026).

Meskipun perpajakan tumbuh, sektor kepabeanan dan cukai mengalami kontraksi sebesar 54,41 persen (yoy) dengan realisasi Rp19,78 miliar, yang dipicu oleh penurunan harga patokan ekspor serta volume Crude Palm Oil (CPO). Namun, sektor impor memberikan angin segar melalui Bea Masuk yang tumbuh signifikan hingga 145,98 persen akibat meningkatnya impor mesin dan bahan baku industri.

Selain dari sektor pajak, instrumen PNBP turut menyumbang Rp241,89 miliar atau telah mencapai 9,79 persen dari target tahunan. Realisasi ini mencatatkan kenaikan 6,48 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Kontribusi terbesar PNBP berasal dari layanan (BLU) rumah sakit. Kami juga terus memperketat pengawasan, di mana terdapat 26 kali penindakan barang kena cukai ilegal dengan potensi penerimaan negara mencapai Rp2,7 miliar guna menjaga iklim usaha yang sehat di Sumatera Selatan,” pungkasnya.

 (Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait