Pemerintah Harus Segera Cari Jalan Keluar Atasi Masalah Lapangan Kerja
Salah satu solusinya ialah meningkatkan pendidikan vokasi
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago menilai pemerintah tidak bisa disalahkan begitu saja terkait sulitnya masyarakat mencari pekerjaan saat ini.
Ia memaparkan, banyak faktor yang membuat masyarakat kesulitan mencari pekerjaan yang tidak lepas dari kondisi global. Mulai dari pabrik banyak gulung tikar, terjadinya pemutusan hubungan kerja, sampai perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok yang membawa dampak buruk bagi negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.
Namun, ia meminta pemerintah segera mencari solusi terutama terkait sulitnya mendapatkan pekerjaan. Salah satu solusinya ialah meningkatkan pendidikan vokasi.
Baca Juga: Angka Pengangguran Tinggi, Komisi IX: Job Fair Jangan Sekadar Formalitas
“Jika hal ini kemudian dianggap pemerintah tidak mampu menangani ketenagakerjaan rasanya kurang tepat. Namun, memang pemerintah harus mulai mencari jalan keluar. Salah satunya dengan meningkatkan pendidikan vokasi pada anak muda kita yang kurang beruntung mendapatkan pendidikan formal,” katanya, Jumat (6/6/2025).
Politisi Partai NasDem ini menambahkan, dengan mendapatkan pendidikan vokasi, calon tenaga kerja memiliki keahlian yang dapat diserap oleh industri.
“Dengan pendidikan vokasi keahlian anak-anak bangsa dapat meningkat dan dapat menenuhi permintaan pasar tenaga kerja nasional dan internasional,” tegasnya.
Baca Juga: Dukung Youthpreneur Excellency 2025 & Campus Hiring, Rico Waas Harap Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Sebelumnya, masyarakat merasa kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan di pemerintahan Prabowo-Gibran. Hal tersebut diketahui berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terkait 7 Bulan Prabowo-Gibran baru-baru ini.
Dari hasil survei tersebut, 60,8% responden merasa lebih sulit mendapatkan pekerjaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan 26,5% responden merasakan tidak ada perbedaan dengan pemerintah sebelumnya dan hanya 11% responden yang merasa mudah mendapatkan pekerjaan.
Survei terhadap 7 bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran ini menggunakan Multi-stage Random Sampling dengan jumlah responden 1.200. Survei melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden. Adapun, margin of error sekitar 2,9%.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
PERISTIWAHelikopter Water Bombing BNPB Jatuh di Sungai Barito, Seluruh Kru Selamat
Rozie Winata·10 menit yang lalu -
OLAHRAGAManchester City Telan Tiga Kekalahan Beruntun, Enzo Maresca Siapkan Evaluasi Menyeluruh
Rozie Winata·29 menit yang lalu -
-
INTERNASIONALPresiden Israel Tunjuk Saingan Netanyahu Bentuk Pemerintahan Baru
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSDisindir Said Didu soal LSP, Habiburokhman Singgung Doktrin Perkalian Nol
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJadwal Lengkap Super League dan Championship Indonesia Hari Ini
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
EKONOMIMenaker: Ekonomi Sirkular Buka Peluang Jutaan Lapangan Kerja Baru
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PENDIDIKANNihayatul Wafiroh Dorong Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan ke Dunia Kerja
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PERISTIWAPenembakan Massal di Krakow Polandia Tewaskan Enam Orang
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWSKapolri Didesak Buka Daftar Korban Penyadapan yang Seret Mantan Petinggi Polri
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan