Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Peluruhan Gempa Susulan Butuh 2–3 Minggu, BMKG Terjunkan Tim Survei Pemetaan Mikrozonasi di Flores

BMKG mencatat 231 gempa susulan di Flores dan memperkirakan peluruhan berlangsung 2–3 minggu, disertai survei mikrozonasi untuk rekonstruksi.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengonfirmasi BMKG terus memantau pergerakan sesar secara real-time karena proses pemulihan dan stabilisasi sesar secara alami membutuhkan interval waktu tertentu sebelum aktivitas seismik benar-benar kembali normal, Sabtu (15/8/2026).(foto: bmkg)
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengonfirmasi BMKG terus memantau pergerakan sesar secara real-time karena proses pemulihan dan stabilisasi sesar secara alami membutuhkan interval waktu tertentu sebelum aktivitas seismik benar-benar kembali normal, Sabtu (15/8/2026).(foto: bmkg)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika () mencatat sebanyak 231 aktivitas susulan (aftershocks) pascagempa tektonik utama yang mengguncang utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Aktivitas yang terdistribusi di sebelah utara Pulau Flores tersebut berada dalam magnitudo M2,5 hingga M6,2, di mana grafik pemantauan mengindikasikan tren peluruhan yang belum signifikan. 

Kepala , Teuku Faisal Fathani, mengonfirmasi BMKG terus memantau pergerakan sesar secara real-time karena proses pemulihan dan stabilisasi sesar secara alami membutuhkan interval waktu tertentu sebelum aktivitas seismik benar-benar kembali normal.

​“BMKG mengevaluasi proses peluruhan (penurunan kekuatan gempa) alami memerlukan waktu berkisar antara 2 hingga 3 minggu, sebagaimana pola rekaman gempa bumi merusak di Maluku Utara sebelumnya,” ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Provinsi di Gedung WHEWG BMKG, di Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

​Sebelumnya, BMKG memutakhirkan parameter gempa bumi tektonik dangkal tersebut menjadi magnitudo M7,7 dengan kedalaman 15 km, yang dipicu oleh aktivitas sesar naik busur belakang Flores (). Sistem pemantauan BMKG merespons cepat dengan mengeluarkan peringatan dini hanya dalam waktu 2 menit 16 detik pasca-gempa utama. Jaringan observasi muka air laut (tide gauge) mencatat gelombang tsunami tiba di Reo dan Manggarai Timur dengan ketinggian puncak mencapai 1,51 meter, Maurole setinggi 0,34 meter, serta Bulukumba dan Bapo Bima melampaui 0,5 meter, sebelum akhirnya BMKG resmi mengakhiri seluruh Peringatan Dini Tsunami pada pukul 07.30 WIB.

​Berdasarkan peta intensitas guncangan (intensity map), guncangan terbesar mencapai skala VII MMI di Aesesa (Kabupaten ), Riung (Kabupaten ), Kota Ende, serta kawasan Manggarai dan Ruteng. Guna mendukung proses pemulihan dan pascabencana, BMKG menerjunkan tim ahli dari BMKG Pusat bersama 14 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG se-NTT untuk menggelar survei pemetaan dan makroanalisis di wilayah Ngada, Nagekeo, dan titik-titik rawan lainnya. 

"Hasil analisis lapangan ini akan diserahkan kepada pemangku kepentingan sebagai rujukan teknis utama dalam melangsungkan rekonstruksi serta penguatan (retrofitting) struktur ," sebutnya.

​

(Emn/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru