Pascabanjir, Sungai Aek Sibundong di Tapteng Melebar: Warga Sorkam Khawatir Ancaman Luapan
Sungai Aek Sibundong Tapteng melebar pasca banjir 25/11. Warga Sorkam khawatir luapan cepat dan desak Pemda lakukan normalisasi
Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Sungai Aek Sibundong yang membelah Kecamatan Sorkam dengan Sorkam Barat, di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, melebar beberapa meter setelah banjir besar melanda pada Selasa (25/11/2025) lalu.
Kondisi itu, menimbulkan kekhawatiran warga yang tinggal dekat bantaran sungai akan potensi luapan air jika hujan deras kembali turun.
Pantauan Nusantaraterkini.co pada Minggu (14/12/2025), menunjukkan bekas kikisan air yang menggerus tanah di kiri dan kanan sungai.
Sejumlah pohon di tepi aliran tampak roboh, dengan akar terangkat dan menggantung. Lahan yang sebelumnya dimanfaatkan warga sebagai kebun kini telah berubah menjadi bagian dari badan sungai.
Warga setempat memperkirakan lebar sungai bertambah beberapa meter dibandingkan kondisi sebelum banjir. Meski aliran air tidak tampak lebih deras, perubahan alur ini dinilai meningkatkan risiko banjir karena air berpotensi lebih cepat meluap ke permukiman.
“Kami takut kalau hujan deras datang, air pasti akan cepat sampai ke rumah. Kalau sudah seperti itu, nyawa kami juga terancam,” kata Sawaluddin (65), warga Desa Sorkam Tengah yang tinggal di dekat bantaran sungai.
Kekhawatiran serupa juga disampaikan warga lainnya. Rahmat Hidayat (33), mengatakan sebagian kebunnya yang berada di tepi sungai sudah hilang tergerus arus saat banjir besar terjadi.
Ia menilai perubahan alur sungai menjadi ancaman baru bagi sumber penghidupan warga.
Baca Juga : Kisah Pilu Nasruddin Tanjung: Saksikan Rumah Lenyap Dihantam Banjir Kayu di Tapteng
“Sebagian kebun saya sudah habis. Sekarang setiap hujan, kami selalu waswas. Kalau air naik sedikit saja, bisa langsung masuk ke pekarangan,” ujarnya.
Menurut warga, sebelum banjir besar terjadi, Sungai Aek Sibundong relatif stabil, jikapun meluap tidak akan merusak kebun dan permukiman. Namun, banjir akhir November lalu disebut sebagai yang terparah dalam ingatan mereka, dengan arus deras membawa material kayu dan tanah dari hulu hingga memperlebar badan sungai.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Mereka meminta dilakukan normalisasi sungai, penguatan tebing, serta peninjauan kondisi wilayah hulu yang dinilai berkontribusi terhadap besarnya banjir.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALSidang Pencurian Sparepart Mobil di PN Medan, Saksi Beberkan Kronologi Penangkapan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIPemkab Pasbar Dukung Penguatan Kampung Bebas Narkoba di Nagari Ophir
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANTerciduk Ngopi Saat Jam Dinas, Dua ASN Pemko Medan Diperiksa Inspektorat
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSPanglima TNI Ziarah ke Makam Soeharto dan Jenderal Soedirman
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
EKONOMIDugaan Tying LPG, PT Hibarnas Jaya Ajukan Perubahan Perilaku ke KPPU
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PENDIDIKANPertukaran Pelajar, Rico Waas Lepas 10 Pelajar ke Ipoh
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
VIRALViral, Pria Diduga Kepala SPPG di Tebingtinggi Kepergok Istri Sah Dugem Bareng Selingkuhan Berujung Pelaporan
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
NASIONALAnggota DPR Desak Evaluasi Sistem Keselamatan Pelayaran
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
-
KRIMINALBawa 44 Bungkus Sabu dari Aceh, Dua Pria Ditangkap di Besitang
Rozie Winata·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan