Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pascabanjir, Sungai Aek Sibundong di Tapteng Melebar: Warga Sorkam Khawatir Ancaman Luapan

Sungai Aek Sibundong Tapteng melebar pasca banjir 25/11. Warga Sorkam khawatir luapan cepat dan desak Pemda lakukan normalisasi

Kondisi terkini sungai Aek Sibundong Minggu, 14 Desember 2025yang melebar usai banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, pada akhir November lalu. (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)
Kondisi terkini sungai Aek Sibundong Minggu, 14 Desember 2025yang melebar usai banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, pada akhir November lalu. (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, yang membelah Kecamatan dengan Sorkam Barat, di Kabupaten Tapanuli Tengah, , melebar beberapa meter setelah besar melanda pada Selasa (25/11/2025) lalu.

Kondisi itu, menimbulkan kekhawatiran warga yang tinggal dekat bantaran sungai akan potensi jika hujan deras kembali turun.

Pantauan Nusantaraterkini.co pada Minggu (14/12/2025), menunjukkan bekas kikisan air yang menggerus tanah di kiri dan kanan sungai.

Baca Juga : 18 Hari Pascabencana Banjir dan Tanah Longsor, Pemerintah Hanya Kerahkan Satu Alat Berat di Simpang Hutanabolon Tapteng

Sejumlah pohon di tepi aliran tampak roboh, dengan akar terangkat dan menggantung. Lahan yang sebelumnya dimanfaatkan warga sebagai kebun kini telah berubah menjadi bagian dari badan sungai.

Warga setempat memperkirakan lebar sungai bertambah beberapa meter dibandingkan kondisi sebelum . Meski aliran air tidak tampak lebih deras, perubahan alur ini dinilai meningkatkan risiko banjir karena air berpotensi lebih cepat meluap ke permukiman.

“Kami takut kalau hujan deras datang, air pasti akan cepat sampai ke rumah. Kalau sudah seperti itu, nyawa kami juga terancam,” kata Sawaluddin (65), warga Desa Tengah yang tinggal di dekat bantaran sungai.

Kekhawatiran serupa juga disampaikan warga lainnya. Rahmat Hidayat (33), mengatakan sebagian kebunnya yang berada di tepi sungai sudah hilang tergerus arus saat banjir besar terjadi.

Ia menilai perubahan alur sungai menjadi ancaman baru bagi sumber penghidupan warga.

Baca Juga : Kisah Pilu Nasruddin Tanjung: Saksikan Rumah Lenyap Dihantam Banjir Kayu di Tapteng

“Sebagian kebun saya sudah habis. Sekarang setiap hujan, kami selalu waswas. Kalau air naik sedikit saja, bisa langsung masuk ke pekarangan,” ujarnya.

Menurut warga, sebelum banjir besar terjadi, relatif stabil, jikapun meluap tidak akan merusak kebun dan permukiman. Namun, banjir akhir November lalu disebut sebagai yang terparah dalam ingatan mereka, dengan arus deras membawa material kayu dan tanah dari hulu hingga memperlebar badan sungai.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah untuk mengurangi risiko banjir di masa mendatang. Mereka meminta dilakukan , penguatan tebing, serta peninjauan kondisi wilayah hulu yang dinilai berkontribusi terhadap besarnya banjir.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru