Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Ormas Islam dan Ribuaan Masyarakat Labusel Turun ke Jalan, Minta Tutup Tempat Maksiat

Aksi massa besar-besaran menolak tempat-tempat maksiat di Kabupaten Labusel khususnya di Desa Simaninggir, yang disebut kian marak, Jumat (13/6/2025) lalu. (Foto-foto: screenshot video Barak TV)
Aksi massa besar-besaran menolak tempat-tempat maksiat di Kabupaten Labusel khususnya di Desa Simaninggir, yang disebut kian marak, Jumat (13/6/2025) lalu. (Foto-foto: screenshot video Barak TV)
A A

Nusantaraterkini.co, LABUSEL - Ribuan masyarakat Labuhan Batu Selatan (Labusel), Sumatera Utara, bersama organisasi masyarakat (Ormas) Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Labusel, turun ke jalan menuntut pihak kepolisian serta unsur terkait lainnya agar menutup tempat-tempat lokalisasi maksiat yang saat ini marak khususnya di Desa Simaninggir Labusel.

Aksi massa besar-besaran itu digelar pada Jumat (13/6/2025) lalu. 

Kepada wartawan, Senin (16/6/2025), Koordinator Aksi Ali Hasan membenarkan pihaknya turun ke lokasi-lokasi maksiat hingga ribuan orang. 

"Kami minta kepada aparat terkait agar menutup seluruh tempat-tempat maksiat, khususnya di Desa Simaninggir Labusel. Dengan maraknya maksiat sudah mengundang musibah di daerah kita, bahkan sudah terjadi, ximana tembok Masjid Amaliah runtuh akibat diterjang hujan deras. Selama ini walaupun hujan deras disertai angin, tembok Masjid Amaliah tidak runtuh. Tapi dengan menggilanya tempat-tempat maksiat di daerah ini tembok masjid bisa rubuh, kita menduga ini teguran dari Sang Pencipta," tegas Ali Hasan.

Hasan pun menyebut, pihaknya berkoordinasi dengan MUI dan mendapat dukungan agar azab ilahi tidak meluas akibat maraknya tempat-tempat maksiat.

"Sehingga pada aksi kemarin kami menuntut kepolisian untuk segera menutup semua tempat tersebut. Bahkan kami juga turun ke beberapa lokasi bersama polisi untuk menyegel (police lina," lanjutnya. 

Ali pun meminta pihak kepolisian dan pemerintah setempat untuk benar-benar menutup sejumlah tempat maksiat di wilayah Labusel. 

"Jika tuntutan ini belum direspons dan ada pembiaran tempat maksiat, maka kami akan terus lagi menyuarakan dan tidak tertutup kemungkinan jumlah massa akan lebih banyak lagi," ungkapnya.

Senada, Ketua MUI Labusel H Makmur Ismali meminta agar kepolisian menutup seluruh tempat-tempat maksiat di Labusel.

"Khusus di Desa Simaninggir ada tiga tempat kami minta agar ditutup secara permanen karena bisa berdampak bagi kita warga Labusel datangnya azab Allah," sebutnya.

Minta Kapoldasu Turun Langsung

Terpisah, Tokoh Nasional yang merupakan putra asli Labusel H Hasan Basri Sagala, berharap aksi warga untuk menuntut ditutupnya tempat-tempat maksiat di Labusel segar ditindaklanjuti serius pihak Kepolisian

"Kita Mendukung aksi warga, dan kita meminta Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto segera turun langsung dan memerintahkan bawahnya untuk menutup tempat-tempat maksiat di Labusel sesuai tuntutan warga," terangnya.

Jika ini dibiarkan, lanjut Hasan Basri, diikhawatirkan mengundang bencana dan warga juga akan bertindak sendiri. 

Untuk itu lanjut H Hasan basri sagala, yang juga wakil sekretaris BPET MUI Pusat ini. 

"Respons cepat saat ini dari Poldasu harus dilakukan sebelum warga bertindak di luar batas," tegas Wakil Sekretaris BPET MUI Pusat ini. 

(fer/nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru