Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

MPR Dorong Relevansi Sekolah Vokasi dengan Dunia Usaha

Kebutuhan akan sekolah vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha sangat mendesak

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. (Foto: dok MPR)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat. (Foto: dok MPR)
A A

, JAKARTA - Wakil Ketua (Rerie) menegaskan pentingnya tingkatkan akses dan relevansi pendidikan vokasi untuk memenuhi kebutuhan industri. Hal ini sebagai upaya mengakselerasi pencapaian sejumlah program pembangunan, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata.

"Kebutuhan akan yang relevan dengan kebutuhan sangat mendesak. Apalagi pemerintah sedang berupaya meningkatkan pembangunan di sejumlah sektor," katanya, Senin (26/5/2025).

Diketahui Universitas Gadjah Mada (UGM) pada akhir tahun lalu mengungkapkan jumlah mahasiswa vokasi di Indonesia hanya 8% dari total mahasiswa yang ada. Sementara itu di negara maju seperti Jerman dan China jumlah mahasiswa vokasi masing-masing mencapai 49,5% dan 50% dari jumlah mahasiswa mereka.

Baca Juga: Siap-siap, Ormas yang Pungli dan Ganggu Dunia Usaha Bakal Ditindak Polri

Adapun program yang dicanangkan pemerintah antara lain menargetkan pemerataan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan pembangunan di desa-desa.

Menurut Lestari, realisasi sejumlah program tersebut akan sangat tergantung pada ketersediaan tenaga terampil dan siap pakai yang dihasilkan pada pendidikan vokasi.

Ia berpendapat relatif rendahnya jumlah mahasiswa vokasi di Indonesia, merupakan tantangan yang harus segera dijawab dalam menghadapi peningkatan target pembangunan dan perkembangan saat ini.

"Selain itu, tidak kalah penting adalah menciptakan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan dunia usaha, agar pendidikan vokasi menghasilkan sumber daya manusia (SDM) dengan standar kompetensi yang tepat," tegasnya.

Baca Juga: Komisi XI Dorong Pemerintah Evaluasi Potensi Dampak Pendapatan Negara Imbas Tarif Trump

"Upaya itu antara lain, dengan meningkatkan kualitas tenaga pengajar dan fasilitas pendidikan vokasi yang mendukung pembelajaran yang efektif dan relevan," imbuhnya.

Selain itu, dia menegaskan tidak kalah penting adalah menciptakan kolaborasi yang kuat antara perguruan tinggi dan dunia usaha, agar pendidikan vokasi menghasilkan sumber daya manusia (SDM) dengan standar kompetensi yang tepat.

Rerie berharap dengan dukungan semua pihak pendidikan vokasi di tanah air dapat melahirkan SDM yang berkualitas dan produktif, yang mampu berkontribusi lebih luas lagi dalam pencapaian target-target pembangunan nasional.

(cw1/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru