Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Menteri Haji Puji Kreativitas Asrama Haji Sumsel dan Ketegasan Seleksi Kesehatan Jemaah

Menteri Haji puji kesiapan Asrama Haji Sumsel dan dukung seleksi kesehatan ketat bagi jemaah haji tahun 2026

Bagikan:
Menteri Haji dan Umrah RI, M Irfan Yusuf saat diwawancarai usai meninjau persiapan jemaah di Asrama Haji Palembang, Senin (4/5/2026). (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
Menteri Haji dan Umrah RI, M Irfan Yusuf saat diwawancarai usai meninjau persiapan jemaah di Asrama Haji Palembang, Senin (4/5/2026). (Foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, - dan Umrah RI, M mengapresiasi kesiapan serta kreativitas Asrama Haji Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam menyambut jemaah dan menyatakan dukungannya terhadap tim kesehatan yang bersikap tegas untuk tidak memberangkatkan jemaah yang tidak memenuhi syarat kelayakan medis.

Langkah tersebut diambil guna memastikan keamanan dan kelancaran jemaah yang saat ini sebagian besar sudah mulai menjalankan ibadah Arba'in di Madinah maupun umrah wajib di Mekkah.

"Tadi saya melihat perkembangan di sini. Saya lihat kondisi asrama, persiapannya bagus, asramanya kreatif, bagus. Dan semoga berjalan sesuai harapan kita,” ujarnya saat diwawancarai usai kunjungannya ke , Senin (4/5/2026).

juga menyampaikan, meskipun terdapat beberapa kendala kecil di berbagai titik, kondisi jemaah Indonesia secara keseluruhan terpantau baik dan semua persoalan dapat ditangani dengan maksimal. 

“Tim kesehatan juga sangat serius. Artinya, kalau memang tidak layak, tidak diberangkatkan. Saya sangat mendukung itu," imbuhnya.

Ia menyebutkan aktivitas jemaah yang sudah tiba telah sesuai jadwal, mulai dari pelaksanaan salat 40 waktu di Masjid Nabawi hingga rutin mengikuti ibadah di Masjidil Haram.

"Alhamdulillah semuanya baik. Memang ada beberapa sedikit kendala gangguan di berbagai titik, tapi semuanya bisa kita tangani dengan baik. Alhamdulillah," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Edward Candra menekankan, ketatnya pemeriksaan kesehatan merupakan upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi kenyamanan dan keselamatan jemaah di perjalanan maupun saat menjalankan ibadah.

Ia pun berpesan kepada keluarga jemaah agar bersabar mengingat adanya beberapa jemaah yang keberangkatannya terpaksa tertunda karena faktor kesehatan.

"Pemeriksaan kesehatan juga cukup ketat. Kalau tidak memenuhi persyaratan, ya mungkin tidak diberangkatkan. Jadi informasi dari petugas kesehatan, ada beberapa yang belum jadi diberangkatkan, karena tertunda," jelasnya.

Edward menuturkan jika segala prosedur ini dilakukan agar jemaah dapat beribadah dengan lancar di Tanah Suci dan nantinya bisa kembali berkumpul dengan keluarga di tanah air dalam keadaan sehat.

Pelayanan maksimal tetap menjadi prioritas pemerintah bagi seluruh jemaah yang berangkat pada tahun ini.

"Ini menunjukkan bahwa upaya-upaya pemerintah, bagaimana pemerintah memberikan pelayanan yang terbaik agar jemaah nyaman, selamat dalam perjalanan, kemudian menjalankan ibadah di Tanah Suci juga lancar, sehingga kembali ke Tanah Air juga bisa berkumpul dengan keluarga," ucap dia.

(Tia/Nusantaraterkini.co) 

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait