Memanas! Kapal Berbendera Singapura Diserang di Selat Hormuz, PBB Hentikan Sementara Evakuasi
Kapal kontainer Singapura diserang di Selat Hormuz. PBB menunda evakuasi kapal, sementara ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Ketegangan di kawasan Selat Hormuz kembali meningkat setelah sebuah kapal kontainer berbendera Singapura dilaporkan menjadi sasaran serangan saat melintasi jalur pelayaran strategis tersebut pada Kamis (25/6/2026) waktu setempat.
Insiden ini berdampak pada upaya evakuasi kapal-kapal di kawasan itu. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan menunda sementara proses evakuasi menyusul memburuknya situasi keamanan di Selat Hormuz.
Mengutip laporan Al Jazeera, Sabtu (27/6/2026), United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menerima laporan bahwa kapal mengalami hantaman proyektil di sisi kanan lambung saat berada sekitar 14 kilometer atau 7,5 mil laut di tenggara Pelabuhan Dahit, Oman.
Berdasarkan informasi dari sumber keamanan maritim, serangan tersebut diduga dilakukan menggunakan pesawat nirawak atau drone. Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Kapal yang menjadi sasaran diketahui merupakan kapal kontainer berbendera Singapura bernama Ever Lovely. Kapal itu disebut berlayar secara mandiri dan tidak termasuk dalam skema evakuasi yang dikoordinasikan Organisasi Maritim Internasional (IMO).
Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah pemerintah Iran mengeluarkan instruksi agar seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz memperoleh izin terlebih dahulu dari Teheran.
Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya juga memerintahkan dua kapal berbendera Panama untuk mengubah rute pelayaran pada Kamis pagi.
Di sisi lain, Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA), lembaga yang dibentuk Iran untuk mengatur lalu lintas di Selat Hormuz, menegaskan kapal yang tidak menggunakan jalur resmi tidak akan mendapatkan jaminan keamanan.
PGSA juga memperingatkan bahwa seluruh risiko akibat melintasi rute yang tidak diizinkan menjadi tanggung jawab penuh pemilik, operator, maupun nakhoda kapal.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KESEHATANSiaga Influenza A, RSUD dr Pirngadi Medan Perketat Skrining dan Surveilans
Rozie Winata·45 menit yang lalu -
E-SportTimnas MLBB Indonesia Bantai Arab Saudi 2-0, Tantang Filipina di Playoff Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
SUMUTPenerimaan Zakat Triwulan III Baznas Sumut Naik Rp5 Miliar
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALDugaan Kekerasan Seksual, Seorang IRT Laporkan Oknum Polres Tapteng
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
-
KESEHATANHerman Deru Resmikan Program Pelita Sumsel, Warga Gratis Operasi Mata
Herman Saleh Harahap·8 jam yang lalu -
NEWSKepergian Wulansari Berawal dari Tawaran Kerja Kenalan di Facebook
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
NEWSPesan Luhut ke Prajurit TNI: Jaga Loyalitas Kepada Presiden
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
-
SUMATERA TERKINIPerbaikan Jalan Suka Makmur–Alue Ie Itam Mulai Dikerjakan
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan