Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Memanas! Kapal Berbendera Singapura Diserang di Selat Hormuz, PBB Hentikan Sementara Evakuasi

Kapal kontainer Singapura diserang di Selat Hormuz. PBB menunda evakuasi kapal, sementara ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat.

Selat Hormuz Masih Ditutup, Harga Minyak Dunia Naik 11 Persen dalam Sepekan. (Foto: istimewa)
Selat Hormuz Masih Ditutup, Harga Minyak Dunia Naik 11 Persen dalam Sepekan. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Ketegangan di kawasan kembali meningkat setelah sebuah kapal kontainer berbendera dilaporkan menjadi sasaran serangan saat melintasi jalur pelayaran strategis tersebut pada Kamis (25/6/2026) waktu setempat.

Insiden ini berdampak pada upaya evakuasi kapal-kapal di kawasan itu. Perserikatan Bangsa-Bangsa () memutuskan menunda sementara proses evakuasi menyusul memburuknya situasi keamanan di Selat Hormuz.

Mengutip laporan Al Jazeera, Sabtu (27/6/2026), United Kingdom Maritime Trade Operations () menerima laporan bahwa kapal mengalami hantaman proyektil di sisi kanan lambung saat berada sekitar 14 kilometer atau 7,5 mil laut di tenggara Pelabuhan Dahit, .

Berdasarkan informasi dari sumber keamanan maritim, serangan tersebut diduga dilakukan menggunakan pesawat nirawak atau drone. Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Kapal yang menjadi sasaran diketahui merupakan kapal kontainer berbendera Singapura bernama . Kapal itu disebut berlayar secara mandiri dan tidak termasuk dalam skema evakuasi yang dikoordinasikan Organisasi Maritim Internasional ().

Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah pemerintah mengeluarkan instruksi agar seluruh kapal yang melintasi Selat Hormuz memperoleh izin terlebih dahulu dari Teheran.

Perusahaan keamanan maritim Inggris, Ambrey, melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebelumnya juga memerintahkan dua kapal berbendera Panama untuk mengubah rute pelayaran pada Kamis pagi.

Di sisi lain, Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA), lembaga yang dibentuk Iran untuk mengatur lalu lintas di , menegaskan kapal yang tidak menggunakan jalur resmi tidak akan mendapatkan jaminan keamanan.

PGSA juga memperingatkan bahwa seluruh risiko akibat melintasi rute yang tidak diizinkan menjadi tanggung jawab penuh pemilik, operator, maupun nakhoda kapal.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru