Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Lonjakan Tarif Listrik dan Emas Perhiasan Kerek Inflasi Sumatera Utara pada Februari 2026 ​

Inflasi Sumut Februari 2026 capai 4,71 persen, dipicu kenaikan tarif listrik dan emas perhiasan.

Lonjakan Tarif Listrik dan Emas Perhiasan Kerek Inflasi Sumatera Utara pada Februari 2026 ​
A A

Nusantaraterkini.coMEDAN – Provinsi mencatatkan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) sebesar 4,71 persen pada Februari 2026 dengan (IHK) yang menyentuh angka 111,66. Kenaikan harga yang cukup signifikan ini didorong oleh lonjakan di sembilan kelompok pengeluaran, di mana komoditas energi dan gaya hidup menjadi faktor dominan yang menekan daya beli masyarakat di wilayah ini.

​Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara, , Selasa (3/3/2026), menjelaskan, menjadi komoditas utama yang memberikan andil inflasi tahunan terbesar, yakni mencapai 1,76 persen. Selain kebutuhan dasar energi, kenaikan harga juga memberikan sumbangan besar terhadap inflasi sebesar 0,98 persen. Disusul oleh komoditas pangan pokok seperti daging ayam ras dengan andil 0,43 persen dan beras sebesar 0,29 persen. 

"Tren kenaikan ini tercermin jelas pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi tahunan sangat tinggi sebesar 13,28 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak 16,94 persen," papar Asim.

​Jika dibandingkan dengan kondisi bulan sebelumnya, kata dia, tekanan inflasi di cenderung mengalami peningkatan tipis secara bulanan (month-to-month/m-to-m) sebesar 0,22 persen pada Februari 2026. Menariknya, terdapat pergeseran komoditas penyumbang inflasi utama antara Januari dan Februari. 

Pada skala bulanan di Februari ini, tomat menjadi penyumbang inflasi tertinggi dengan andil 0,19 persen, diikuti oleh cabai merah sebesar 0,18 persen dan sebesar 0,16 persen. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mendominasi secara tahunan, fluktuasi harga bumbu-bumbuan dan emas menjadi penggerak utama dinamika harga dalam jangka pendek di awal tahun ini.

​Secara kewilayahan, Kota mencatatkan diri sebagai daerah dengan inflasi tahunan tertinggi di Sumatera Utara yang mencapai 7,75 persen. Sebaliknya, menjadi wilayah dengan tingkat inflasi tahunan terendah, yakni sebesar 3,67 persen. Meskipun secara bulanan Sumatera Utara mengalami inflasi, namun secara akumulatif sejak awal tahun atau year-to-date (y-to-d), provinsi ini masih mencatatkan deflasi sebesar 0,53 persen.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait