Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Lebaran Hari Pertama di Sumut Diprediksi Nyaman, Hujan Ringan Landa Tapteng

Pelaksanaan Salat Idulfitri di sebagian besar wilayah Sumatra Utara diperkirakan berlangsung dalam kondisi cuaca yang relatif bersahabat.

Ilustrasi cuaca hujan. (foto: istimewa)
Ilustrasi cuaca hujan. (foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pelaksanaan Salat Idulfitri di sebagian besar wilayah Sumatra Utara diperkirakan berlangsung dalam kondisi cuaca yang relatif bersahabat.

, , (BMKG) memprediksi mayoritas daerah akan diselimuti berawan pada Sabtu pagi (21/3/2026), sehingga masyarakat dapat beribadah dengan nyaman.

Prakirawan BBMKG Wilayah I, Christinmori, menyebutkan hanya Kabupaten Tapanuli Tengah yang berpotensi diguyur hujan ringan saat pagi hari. Sementara daerah lainnya cenderung aman dari hujan pada waktu pelaksanaan Salat Id.

“Secara umum pagi hari cerah berawan, hanya Tapanuli Tengah yang berpotensi hujan ringan,” ujarnya melalui akun resmi Instagram @infobmkgsumut, Sabtu (21/3/2026), pagi.

Meski pagi hari relatif kondusif, BMKG justru menyoroti potensi peningkatan suhu udara yang cukup tinggi di wilayah Sumut. Suhu diperkirakan berada di kisaran 14 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 65–98 persen.

Kondisi ini dinilai perlu diwaspadai masyarakat, terutama yang akan beraktivitas di luar ruangan usai pelaksanaan Salat Id.

“Dalam beberapa hari terakhir suhu udara di Sumatera Utara cukup tinggi, sehingga masyarakat diimbau melindungi diri, termasuk menggunakan pelindung seperti sunscreen,” kata Christinmori.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan ringan pada siang hingga malam hari di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan pantai barat dan pegunungan. 

Daerah seperti Mandailing Natal, kawasan Kepulauan Nias, Karo, Simalungun, hingga Tapanuli bagian selatan dan utara diperkirakan mengalami hujan ringan secara sporadis.

Tak hanya soal cuaca, BMKG juga menyoroti munculnya 15 titik panas (hotspot) berdasarkan pantauan citra satelit per 19 Maret 2026. Titik panas tersebut tersebar di wilayah Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, dan Labuhanbatu Utara.

Kondisi ini menjadi sinyal awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang perlu diantisipasi sejak dini.

Dengan kombinasi saat pagi namun suhu tinggi serta kemunculan titik panas, masyarakat diimbau tetap waspada dan menyesuaikan aktivitas selama momen Lebaran.

BMKG menegaskan, kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan dampak panas ekstrem menjadi kunci agar perayaan Idulfitri tetap berjalan aman dan nyaman.

(Cw2/Nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait