Komisi X Desak Kemendikbudristek Revisi Buku Panduan Sastra yang Bikin Gaduh
Saya meminta Kemendikbudristek untuk merevisi buku panduan sastra yang menjadi rujukan kurikulum tersebut
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Komisi X DPR mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI (Kemendikbudristek) segera menarik dan merevisi buku panduan sastra yang diduga mengandung pornografi, sehingga menimbulkan kegaduhan.
"Saya meminta Kemendikbudristek untuk merevisi buku panduan sastra yang menjadi rujukan kurikulum tersebut, agar sastra dapat menjadi titik pangkal dalam membangun peradaban dengan kepribadian yang tidak meninggalkan akar budaya kesopanan dan kesantunan Indonesia," kata Anggota Komisi X DPR Illiza Sa'aduddin Djamal, Senin (3/6/2024).
Menurut Illiza, saat ini ramai menjadi perbincangan buku panduan sastra mengandung isi yang tidak baik. Ia menyebut Kemendikbudristek ceroboh.
"Dalam hal ini, Menteri Nadiem Makarim ceroboh buku panduan sastra mengandung pornografi, kecabulan dan pedofilia masuk dalam panduan kurikulum sastra," kata politikus PPP ini.
Menurutnya, hal ini membuktikan rendahnya budaya literasi yang harusnya melihat dari banyak sisi yg menjadikan kontes tersebut dapat dijadikan bahan literasi sastra yang peruntukan/usernya adalah para peserta didik Wajib belajar 12 tahun. Secara psikologi, mereka harus mendapatkan sumber literasi yang mampu mengedepankan semangat sesuai dengan tujuan dari pendidikan nasional Indonesia.
"Meskipun sudah ada warning dalam unduhan e-book tersebut tidak akan bisa menjamin transfer kepribadian dalam buku itu dapat di filter oleh tenaga pendidik/guru sebagai pengampu dalam majelis bahasa Indonesia atau mapel lainnya yg ada keterkaitan dengan kontes e-book sastra tersebut," ujar legislator dapil Aceh ini.
Oleh karena itu, kata dia, kiranya dalam lingkungan Kementerian, hal ini seharusnya tidak boleh terjadi. Pihak- pihak yang terlibat dalam menyusun panduan kurikulum sastra ini seharusnya bisa menempatkan mana buku sastra yang sesuai untuk anak-anak sekolah sesuai tingkatan.
"Saya menyayangkan hal ini terjadi di mana kita semua sedang berjuang untuk memperbaiki akhlak generasi bangsa malahan Kemendikbudrisrek mengeluarkan kebijakan yang dapat merusak akhlak penerus generasi bangsa Indonesia," tandasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELAmbulans Pembawa Jenazah Tabrakan dengan Truk Tangki CPO di Jalintim Banyuasin, Enam Orang Luka-Luka
hendra·35 menit yang lalu -
SUMUTBupati Asri Ludin Tambunan Terima Penghargaan Bappenas, Deliserdang Terbaik 2 Nasional
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALTiga Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra Diamankan dalam Penggerebekan Narkoba di Hotel Surabaya
hendra·1 jam yang lalu -
-
SUMSELBandara SMB II Palembang Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Sambut HUT ke-2 InJourney Airports
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOLapas Cibinong Disorot, Tony Tesar: Bangunan Bukan Aset Negara Harus Dibongkar
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
-
NEWS VIDEOKomisi XIII DPR Desak Bangunan di Lapas Cibinong Dibongkar Jika Terbukti Tak Sesuai Aset
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
KRIMINALDua Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Dosen di Karo Ditembak Polisi: Berusaha Kabur Saat Akan Diringkus
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEODetik-detik Polisi Ringkus 2 Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Dosen di Karo
Fadli Tara·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan