Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kolaborasi Diperkuat, BPMP Sumut Fokus Atasi Masalah Anak tak Sekolah

Kualitas pendidikan sangat bergantung pada komunikasi dan kolaborasi. Tanpa itu, mutu pendidikan bisa terancam

Acara Temu Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2025 di Aula Sisingamangaraja XII BPMP Sumut, Jalan Bunga Raya, Medan, Rabu (8/1/2025). (Foto: Elvirida Lady Angel Purba/Nusantaraterkini.co)
Acara Temu Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2025 di Aula Sisingamangaraja XII BPMP Sumut, Jalan Bunga Raya, Medan, Rabu (8/1/2025). (Foto: Elvirida Lady Angel Purba/Nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Mutu pendidikan di Sumatera Utara (Sumut) masih menghadapi tantangan besar, termasuk tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang mencapai lebih dari 255 ribu pada tahun 2024. 

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, M. , menegaskan pentingnya kolaborasi antara (BPMP) Sumut dengan stakeholder terkait untuk mengatasi persoalan ini.

“Kualitas pendidikan sangat bergantung pada komunikasi dan kolaborasi. Tanpa itu, mutu pendidikan bisa terancam,” ujar Effendy dalam acara Temu Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2025 di Aula Sisingamangaraja XII , Jalan Bunga Raya, Medan, Rabu (8/1/2025).

Effendy mengapresiasi pencapaian yang melampaui target di tahun 2024, termasuk peningkatan pendapatan hingga empat kali lipat dari target awal Rp227 juta menjadi Rp1 miliar. Namun, ia menekankan agar capaian ini tidak membuat organisasi berpuas diri.

“Kita harus terus mengejar target yang lebih tinggi, khususnya dalam menurunkan angka ATS dan meningkatkan literasi di Sumut,” tegas Effendy.

Kepala BPMP Sumut, Tajuddin Idris, menambahkan bahwa fokus utama tahun 2025 adalah menekan angka ATS dan meningkatkan literasi numerasi. Data menunjukkan, dari 255.824 anak yang berstatus ATS, 57.101 adalah kategori drop out, 63.728 lulus namun tidak melanjutkan pendidikan, dan 133.995 belum pernah sekolah.

“Kami berkomitmen untuk mengatasi masalah ini, termasuk mendukung program makan bergizi untuk anak-anak,” ujar Tajuddin.

Acara ini turut dihadiri Forkopimda Sumut, tokoh pendidikan, perwakilan dari PGRI, Diskominfo Sumut, Tanoto Foundation, serta sejumlah stakeholder lainnya. Sinergi yang kuat diharapkan mampu mendorong pendidikan Sumut ke arah yang lebih baik.

“Kami percaya, dengan kerja sama yang solid, mutu pendidikan di Sumut akan meningkat, dan generasi penerus kita akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan,” tutup Tajuddin.

(cw9/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait