Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kesempatan Pendanaan Riset Perkebunan 2026 Dibuka, Simak Syarat dan Bidang Fokusnya

Cek syarat dan bidang fokus Grant Riset BPDP 2026. Dukungan dana inovasi sawit, kakao, dan kelapa nasional

Ilustrasi. (Foto: dok istockphoto)
Ilustrasi. (Foto: dok istockphoto)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Kementerian Keuangan () melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan () yang merupakan salah satu Special Mission Vehicle (SMV) kembali membuka Program Grant Riset Tahun 2026.

Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan riset yang inovatif, aplikatif, dan berdampak nyata bagi sektor perkebunan nasional.

Melansir laman Kemenkeu, Selasa (14/4/2026), program tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, menjaga keberlanjutan, serta mendorong lahirnya produk dan pasar baru yang bernilai tambah, khususnya pada komoditas , , dan .

Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat sektor perkebunan dari hulu hingga hilir serta memberikan manfaat bagi industri, pemerintah, hingga masyarakat.

Dalam rangka pelaksanaan program tersebut, BPDP mengundang dan pengembangan di Indonesia untuk mengajukan proposal riset melalui laman resmi https://program-riset.bpdp.or.id/ paling lambat 30 Juni 2026.

Adapun ruang lingkup bidang riset yang dapat diajukan dalam program ini meliputi bioenergi; biomaterial dan oleokimia; pangan, pakan, dan kesehatan; lahan, tanah, dan budidaya; pascapanen dan pengolahan; pengolahan limbah dan lingkungan; serta sosial ekonomi, manajemen, bisnis, pasar, dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Melalui berbagai bidang tersebut, mendorong lahirnya penelitian yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada penguatan aspek ekonomi, lingkungan, serta tata kelola industri perkebunan yang berkelanjutan.

Sejalan dengan komitmen menjaga integritas dan kualitas layanan, BPDP menegaskan pelaksanaan program ini dilakukan dengan prinsip Bersih, Akuntabel, Integritas, dan Kesempurnaan (BAIK), guna mendukung terwujudnya zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi.

Diharapkan, melalui Program ini, partisipasi aktif dari kalangan akademisi, peneliti, dan praktisi semakin meningkat, sehingga mampu menghasilkan inovasi yang memperkuat daya saing dan keberlanjutan sektor perkebunan Indonesia.

(zie/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru