Kenaikan Tiket Hingga 13 Persen Disorot, Sari Yuliati: Negara Jangan Bebani Rakyat
DPR kritik kenaikan tiket pesawat hingga 13 persen. Sari Yuliati minta pemerintah lindungi rakyat di tengah tekanan ekonomi.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Wakil Ketua DPR Sari Yuliati melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah yang membuka ruang kenaikan harga tiket pesawat domestik hingga 13 persen. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi semakin menekan daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Sari menegaskan, pemerintah tidak bisa sekadar berlindung di balik mekanisme pasar untuk melegitimasi kenaikan tarif. Menurutnya, dalih kenaikan harga avtur akibat dinamika global tidak boleh dijadikan alasan untuk mengalihkan beban kepada publik tanpa intervensi yang memadai.
“Jangan sampai setiap gejolak global, masyarakat lagi-lagi dijadikan pihak yang harus menanggung dampaknya. Negara harus hadir, bukan justru memberi ruang kenaikan harga,” tegasnya, Rabu (8/4/2026).
Ia juga menyoroti inkonsistensi kebijakan pemerintah yang sejak awal dinilai tidak mampu mengendalikan lonjakan harga tiket, bahkan sebelum eskalasi konflik di Timur Tengah terjadi. Hal ini, kata Sari, menunjukkan lemahnya antisipasi dan pengawasan sektor penerbangan nasional.
Lebih lanjut, Sari mempertanyakan efektivitas batas kenaikan 13 persen yang ditetapkan pemerintah. Ia meragukan komitmen maskapai dalam mematuhi batas tersebut jika pengawasan tidak dilakukan secara ketat dan transparan.
“Kalau pengawasannya lemah, angka 13 persen itu bisa jadi hanya formalitas. Ujungnya, masyarakat tetap yang dirugikan,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengkritik sikap pemerintah yang dinilai setengah hati dalam melindungi konsumen. Wacana subsidi avtur, menurutnya, selalu kandas dengan alasan fiskal, sementara kebijakan yang diambil justru cenderung berpihak pada keberlangsungan bisnis maskapai.
“Kalau alasan subsidi tidak mampu, lalu kenapa solusi yang diambil selalu membebani rakyat? Ini yang harus dijawab secara politik oleh pemerintah,” katanya.
Sari menegaskan, pemerintah perlu menempatkan transportasi udara sebagai bagian dari kebutuhan publik yang semakin luas, bukan lagi sekadar layanan bagi kalangan mampu. Oleh karena itu, kebijakan tarif harus disusun dengan perspektif keadilan sosial, bukan semata kalkulasi bisnis.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah mengizinkan kenaikan harga tiket pesawat domestik di kisaran 9–13 persen.
Kebijakan tersebut, menurutnya, diimbangi dengan langkah pemerintah menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen untuk tiket kelas ekonomi berjadwal dalam negeri. Namun bagi Sari, kebijakan tersebut tetap tidak menjawab persoalan mendasar: lemahnya perlindungan negara terhadap konsumen di tengah tekanan pasar dan gejolak global.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NASIONALKapolri Jenderal Suyudi Ario Seto Mutasi Besar-besaran: 88 Pati-Pamen Dirotasi, 19 Kapolda Berganti
Rozie Winata·14 menit yang lalu -
NASIONALDugaan Pungli Terkuak di Rutan Pondok Bambu, DPR Desak Kemenimipas Telusuri Aliran Uang
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NASIONALSidak Tanjung Priok, Firman Soebagyo Warning Barantin Tak Jadi Alat Kepentingan Importir
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KRIMINALBayi Laki-Laki Ditelantarkan di Musala, Polres Muratara Amankan Dua Orang di Nibung
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALPresiden Prabowo: Komunikasi Pemerintah Harus Jadi Instrumen Persatuan Nasional
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SEPAKBOLAResmi Dijual! Ini Daftar Harga dan Cara Beli Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KESEHATANStudi Ungkap Hubungan Kebugaran Anak dengan Risiko Depresi di Masa Dewasa
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Kembangkan Layanan Publik Berbasis WhatsApp-AI
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu -
SEPAKBOLALiga 2: Sumsel United Raih Poin Penuh di Kandang Persiraja Banda Aceh 2-1
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu -
SUMUTPemprov Sumut dan DPR RI Komitmen Tingkatkan Pelayanan Haji 2027
Herman Saleh Harahap·11 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan