Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kementan Didesak Tambah Alokasi Pupuk Organik

Komisi IV DPR mendesak Kementan menambah alokasi pupuk organik dan merevisi kebijakan subsidi pupuk demi pertanian berkelanjutan.

Anggota Komisi IV DPR Firman, menilai komposisi subsidi pupuk saat ini tidak lagi sejalan dengan kebutuhan pertanian modern, Sabtu (27/6/2026).(foto: istimewa)
Anggota Komisi IV DPR Firman, menilai komposisi subsidi pupuk saat ini tidak lagi sejalan dengan kebutuhan pertanian modern, Sabtu (27/6/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA– Panitia Kerja (Panja) mendesak Kementerian Pertanian segera mengubah arah kebijakan dengan memperbesar alokasi . Desakan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Panja ke , Karawang, Jawa Barat.

Anggota Komisi IV DPR , menilai komposisi subsidi pupuk saat ini tidak lagi sejalan dengan kebutuhan pertanian modern yang mulai berorientasi pada keberlanjutan dan kesehatan lahan.

"Alokasi urea mencapai sekitar Rp47 triliun, sementara sangat kecil. Kondisi ini harus dievaluasi karena tidak sejalan dengan perkembangan pertanian dunia," tegas , Sabtu (27/6/2026).

Di sisi lain, Panja Komisi IV memberikan apresiasi kepada atas kinerja perusahaan sepanjang 2025. Firman menyebut pendapatan yang menembus lebih dari Rp62 triliun merupakan pencapaian terbaik sepanjang sejarah perusahaan sekaligus membuktikan BUMN pupuk mampu menopang nasional.

Menurutnya, keberhasilan tersebut harus diikuti dengan kebijakan pemerintah yang lebih visioner, terutama dalam mendorong penggunaan pupuk organik untuk memperbaiki kualitas lahan pertanian yang terus mengalami penurunan akibat penggunaan pupuk kimia secara intensif selama puluhan tahun.

Firman yang juga Wakil Ketua Fraksi Golkar di MPR ini menegaskan, pupuk organik bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan strategis untuk memulihkan kesuburan tanah sekaligus menjaga produktivitas pertanian nasional dalam jangka panjang.

Legislator dapil Jateng III inijuga menilai peningkatan penggunaan pupuk organik akan berdampak positif terhadap industri pupuk nasional. Berkurangnya kebutuhan urea di dalam negeri akan membuka peluang lebih besar bagi untuk meningkatkan ekspor, sehingga mampu menambah devisa negara.

Dalam kesempatan tersebut, Panja RI menyampaikan tiga rekomendasi kepada Kementerian Pertanian, yakni merevisi kebijakan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2027 dengan meningkatkan porsi pupuk organik, menyusun peta jalan pengurangan penggunaan pupuk urea secara bertahap, serta memberikan insentif bagi pengembangan industri pupuk organik melalui kolaborasi BUMN dan swasta.

"Kami akan mengawal rekomendasi ini. Kebijakan subsidi pupuk harus berorientasi pada keberlanjutan kesuburan lahan dan ketahanan pangan nasional, bukan hanya mengejar produksi jangka pendek," ujar Firman yang juga Wakil Ketua Umum KADIN ini.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait