Kecam Kasus Bullying Dokter Koas di Jakarta, Komisi X Akan Panggil Fakultas Kedokteran
Pelaku mencekik dan memukuli korban. Hanya gara-gara pelaku mendapatkan dokter penguji yang dianggap killer
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mengecam kasus bullying terhadap dokter koas di salah satu fakultas kedokteran perguruan tinggi negeri (PTN) di Jakarta. Komisi X akan memanggil sejumlah fakultas kedokteran untuk membahas kekerasan yang terjadi di lembaga pendidikan itu.
Lalu Ari, sapaannya mengatakan, dirinya belum lama ini mendapatkan informasi terkait kasus kekerasan yang dilakukan dokter koas kepada dokter koas lainnya. Koas sendiri adalah program profesi bagi mahasiswa kedokteran untuk mendapatkan gelar dokter.
"Kekerasan ini terjadi antara dokter koas dengan dokter koas lainya di nusantaraterkini.co/tag/fakultas-kedokteran" class="article-tag-link" rel="tag">fakultas kedokteran perguruan tinggi negeri di Jakarta," ungkapnya, Rabu (4/3/2025).
Yang menjadi korban adalah dokter koas yang menjadi ketua stase rotasi minor. Pelaku tidak terima dengan korban, karena pelaku mendapatkan dokter penguji yang dianggapnya killer. Pelaku akhirnya mendatangi dan melabrak korban.
"Pelaku mencekik dan memukuli korban. Hanya gara-gara pelaku mendapatkan dokter penguji yang dianggap killer," bebernya.
Menurut Lalu Ari, pelaku ternyata dikenal sebagai mahasiswa yang bermasalah. Dia jarang mau berjaga dan berdinas. Bahkan, pelaku juga kerap melakukan suap agar mendapat nilai A. Tidak hanya itu, pelaku juga nyaris kena DO. Namun, dia mengajukan banding, sehingga tidak jadi DO.
"Ini informasi yang dapatkan. Komisi X akan mendalami kasus itu dan tentu kasus kekerasan lain yang terjadi di kampus, khususnya fakultas kedokteran," ungkapnya.
Baca Juga: Polisi Tetapkan 3 Tersangka Kasus Kematian dr Aulia, DPR Minta PPDS di Kampus Lain Berbenah
Kasus bullying kepada mahasiswa kedokteran tidak hanya sekali ini. Sebelumya, terjadi kasus kekerasan yang serupa di perguruan tinggi lainnya. Salah satunya, kasus kematian dokter Aulia Risma Lestari, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip).
Sebelum meninggal dunia, Dokter Aulia diduga menjadi korban bullying atau perundungan dari seniornya di program PPDS Undip. Pihak kepolisian telah menetapkan tiga tersangka yang diduga menjadi pelaku bullying terhadap Dokter Aulia.
Ketiga tersangka itu adalah Kepala Program Studi (Prodi) Anestesiologi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) dr Taufik Eko Nugroho, Kepala Staf Medis Prodi Anastesi Undip Sri Maryani, dan senior dr Aulia berinsial ZYA.
Baca Juga: Siswa SD Tewas Dianiaya Teman, Komisi X: Bullying di Sekolah Persoalan Serius
Dia mengatakan, kasus bullying itu harus menjadi pelajaran bagi perguruan tinggi. Kasus tersebut betul-betul telah mencoreng nama baik kampus, terutama pada pendidikan kedokteran.
"Kampus yang menyelenggarakan pendidikan kedokteran harus berbenah dan membersihkan proses pendidikan dari berbagai praktik yang menyimpang," tegasnya.
"Kami akan secepatnya memanggil sejumlah fakultas kedokteran di Indonesia. Jangan ada lagi kasus kekerasan di dunia pendidikan," tandasnya.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSSiapa Komjen Suyudi Ario Seto? Calon Kapolri Usulan Prabowo, Ini Rekam Jejak dan Hartanya
hendra·4 menit yang lalu -
NASIONALKomisi III DPR Gelar Fit and Proper Test Calon Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto
Rozie Winata·12 menit yang lalu -
EKONOMIRupiah Dibuka Melemah ke Rp17.915, Pasar Menanti Data Inflasi Indonesia
hendra·33 menit yang lalu -
SUMUTPutusan MA Berkekuatan Hukum Tetap: PN Pematangsiantar Diminta Lanjutkan Eksekusi Tiga Objek Sengketa
Rozie Winata·43 menit yang lalu -
PERISTIWABikin Sesak! Kabut Asap Kepung Seluruh Wilayah Palembang, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PERISTIWA178 Orang Sakit Usai Santap Nasi Kotak, Nurhadi Desak Sistem Vendor RSUD Dr Soetomo Dibongkar
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMUTSertijab Irwasda Polda Sumut, Kapolda Tekankan Penguatan Pengawasan dan Akuntabilitas Polri
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIIHSG Masih Dibayangi Aksi Jual Asing, Ini Saham yang Layak Dicermati Hari Ini
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALPolisi Bekuk Pelaku Pembobolan Ruang Guru SMP Muhammadiyah 3 Palembang
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
EKONOMIDPR Desak Pemerintah Perkuat Perlindungan UMKM dari Impor Ilegal dan Persaingan Tidak Sehat
Rozie Winata·1 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan