Kabut Asap Masih Selimuti Palembang, Driver Online: Malam Lebih Pekat
Kabut asap pekat di Palembang lumpuhkan aktivitas warga, sepi penerbangan di bandara, dan omzet driver online merosot
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih terus terjadi. Bahkan kabut asap sudah melanda mulai dari awal tahun 2026 dan paling parah terjadi tiga bulan terakhir.
Hal ini membuat rutinitas di Kota Palembang menjadi sedikit terhambat.
Memang, kata Driver Online Eka Saputra mengaku kabut asap berawal dari awal tahun 2026. Namun, katanya paling parah tiga bulan terakhir.
"Dari tiga bulan tersebut, Minggu kemarin lebih parah kabut asapnya kak. Kami juga terdampak karena kabut asap ini," katanya kepada nusantaraterkini.co, Rabu (7/10/2026).
Kenapa terdampak, Eka yang sudah kurang lebih dua tahun menjadi driver online ini mengaku, masyarakat jadi jarang keluar dan itu sangat memberatkan para pengemudi online.
"Bisa kakak lihat, di Bandara saja, penerbangan sangat sedikit. Nah, biasanya kami bisa kurang lebih mengangkut empat penumpang. Paling banyak dua kami dapat. Namun kemarin, cuma satu saya ngangkut penumpang dari bandara," ujarnya.
Ia pun tidak menampik bahwa kabut asap ini bisa membahayakan karena sangat pekat, namun, pengendara Toyota Calya ini tetap keluar demi mengais rezeki.
"Lama kelamaan kami sudah menganggap kabut asap ini menjadi biasa. Mencoba untuk menyatu dengan kabut asap kak," katanya.
Sementara itu, pantauan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin sangat sepi seperti berada di kota mati. Hal ini lantaran, pihak bandara internasional Palembang ini mengalami kendala untuk melakukan penerbangan mengingat kabut asap menghalangi jarak pandang.
Sementara itu, Martha warga Kota Palembang yang dijumpai di satu kafe di Jalan Demang Lebar Daun mengatakan warga di sini seakan sudah terbiasa dengan kabut asap. Meskipun malam hari kabut asap lebih pekat, namun tetap saja masyarakat beraktifitas.
"Karena kabut asap, masyarakat yang nongkrong selalu di ruangan berAC yang lebih banyak ketimbang yang outdoor kak," ujarnya.
Bandara Sultan Mahmud Badaruddin Sepi
Kondisi bandara kebanggaan warga Sumsel ini pun kini sangat sepi. Bahkan pada Selasa (6/10/2026) hanya satu maskapai yang landing di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin.
"Sepi kondisi bandara. Saya saja sangat bersyukur jadi terbang ke Palembang karena sempat ditunda penerbangan ke Palembang. Karena jarak pandang menjadikan penerbangan ditunda. Begitu informasi dari maskapai yang saya dengar di Bandara Kualanamu," kata Iwan warga Kota Medan, Rabu (7/10/2026).
Ia pun berharap, pemerintah Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan bisa langsung memetakan agar kabut asap bisa cepat diatasi.
"Karena kalau memang kabut asap ini masih terjadi dan begitu pekat sehingga menganggu jarak pandang, sudah pasti tidak ada penerbangan ke Kota Medan," pungkasnya.
(Akb/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMUTSinergi Pemprov Sumut, ESDM dan PLN Kejar Target 100 Persen Listrik Desa
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NASIONALMenaker: Pemagangan Nasional Pangkas Kesenjangan Dunia Kerja
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
KOTA MEDANRizky Cahyadi Berbagi Pengalaman dalam Pelatihan Fotografi Dasar Pemko Medan
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
-
KRIMINALMantan Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Aliran Uang BUMN
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
-
KOTA MEDANRico Waas Minta Calon Pensiunan ASN Tetap Berkarya
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
PAPUA TERKINISenator Filep Wamafma Terus Perjuangkan Peningkatan Revitalisasi Sekolah di Papua Barat
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
-
NEWSRumah Dinas Diduga Jadi Markas Judol, KSAD: Akan Ditindak Tegas
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan