Kabut Asap Kembali Menebal, Ini Penjelasan BMKG
Kabut asap kembali menebal di Palembang. BMKG menjelaskan kelembapan tinggi, angin lemah, dan minimnya hujan memperburuk jarak pandang.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengalami penebalan dan menyelimuti wilayah Kota Palembang selama dua hari berturut-turut hingga Rabu (21/10/2026) siang.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Siswanto menyampaikan fenomena pekatnya asap yang teramati sejak pagi hingga pukul 12.35 WIB tersebut terjadi akibat tingginya konsentrasi polutan yang berpadu dengan kondisi atmosfer penahan penyebaran asap.
“Kondisi kabut asap yang saat ini teramati cukup pekat dan tebal di wilayah Palembang secara meteorologis dapat dipengaruhi oleh kombinasi tingginya konsentrasi partikel asap di udara serta kondisi atmosfer yang kurang mendukung proses penyebaran polutan,” ujar Siswanto kepada Nusantaraterkini.co via telepon.
Siswanto mengidentifikasi jika tingkat kelembapan udara yang tinggi di sekitar permukaan tanah menjadi salah satu indikator utama yang memperparah jarak pandang.
“Salah satu indikator yang perlu diperhatikan adalah kelembapan udara yang tinggi di dekat permukaan,” katanya.
Ia menjelaskan jika kondisi kelembapan tersebut memicu perubahan fisik pada partikel asap hingga membiaskan cahaya matahari secara masif.
“Tingginya kelembapan dapat menyebabkan partikel higroskopis dalam asap menyerap uap air dan mengalami peningkatan ukuran, sehingga hamburan cahaya matahari oleh partikel tersebut semakin kuat dan jarak pandang menjadi berkurang,” jelasnya.
Ia menyebut jika fenomena fisika atmosfer ini berimbas langsung pada pekatnya tampilan visual udara yang dirasakan masyarakat.
“Akibatnya, kabut asap dapat terlihat semakin tebal, keruh, dan pekat, terutama apabila konsentrasi partikel asap di atmosfer juga tinggi,” terangnya.
Meski begitu, ia mengklarifikasi jika kelembapan bukanlah pemicu utama munculnya polusi asap di ruang publik.
“Namun, kelembapan udara yang tinggi bukan merupakan penyebab utama terbentuknya asap, melainkan salah satu faktor yang dapat memperkuat tampilan visual kabut asap dan memperburuk kondisi jarak pandang,” tegasnya.
Di samping kelembapan, lemahnya embusan angin permukaan turut menyebabkan partikel berbahaya mengendap di lapisan bawah.
“Selain itu, kondisi angin permukaan yang relatif lemah, stabilitas atmosfer, serta minimnya proses pencampuran udara secara vertikal dapat menyebabkan partikel asap terakumulasi di lapisan atmosfer dekat permukaan,” paparnya.
Ia menuturkan ketidakadaannya hujan di kawasan terdampak kian memperpanjang masa bertahan partikel asap di udara.
“Apabila kondisi ini berlangsung bersamaan dengan minimnya hujan, partikel asap akan lebih sulit tersingkirkan dari atmosfer sehingga kabut asap dapat bertahan lebih lama,” tuturnya.
Oleh sebab itu, pemantauan kualitas udara di Palembang harus memperhitungkan seluruh variabel meteorologi secara menyeluruh.
“Untuk menjelaskan kondisi kabut asap di Palembang secara komprehensif, diperlukan analisis terpadu terhadap kelembapan udara, arah dan kecepatan angin, suhu, stabilitas atmosfer, jarak pandang, serta konsentrasi partikulat seperti PM2.5 dan PM10,” lanjutnya.
Ia menutup penjelasannya dengan menegaskan tingkat kepekatan asap di lapangan merupakan hasil perpaduan antara jumlah emisi dan kondisi cuaca lokal.
“Dengan demikian, pekatnya kabut asap tidak hanya ditentukan oleh banyaknya asap yang dihasilkan, tetapi juga oleh kondisi meteorologi yang memengaruhi penyebaran, pengenceran, dan karakteristik partikel asap di udara,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSPolres Binjai Beri Penghargaan kepada 12 Personel Berprestasi, 8 Anggota Terima Sertifikat Pelatihan
hendra·5 menit yang lalu -
SUMSELBMKG Sebut Dry Ice Hanya untuk Urai Asap Bukan Padamkan Api
Herman Saleh Harahap·10 menit yang lalu -
NASIONALKPK Bersurat ke Panglima TNI Terkait Kasus Korupsi BNPB
Herman Saleh Harahap·22 menit yang lalu -
KRIMINALJudol di Apartemen Medan Dikendalikan Eks Operator Kamboja
Herman Saleh Harahap·57 menit yang lalu -
-
NASIONALKemnaker Gelar InaSkills 2026, Jaring Talenta Keterampilan Nasional
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSTNI Kerahkan Pesawat Hercules Modifikasi Cuaca di Palembang dan Banjarmasin
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALPolrestabes Medan Gerebek Sarang Narkoba Rel Tembung, Enam Orang Tersangka
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
EKONOMIHarga Emas Antam Lanjut Turun ke Level Rp2.554.000, Perak Menguat ke Rp39.200 Per Gram
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSRobert Kardinal Dukung Kapolri Usut Dugaan Keterlibatan Asing dalam Kasus Karhutla
hendra·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan