Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Jelang Debat Capres, Pengamat: Capres Harus Bisa Jelaskan Kebijakan Politik Luar Negeri Indonesia

Capres harus bisa menjelaskan agar kebijakan politik luar negeri Indonesia harus betul-betul nyambung dengan kepentingan nasional di dalam negeri

Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic), Ahmad Khoirul Umam. (Foto: web policy paramadina)
Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic), Ahmad Khoirul Umam. (Foto: web policy paramadina)
A A

Jelang Debat , Pengamat: Capres Harus Bisa Jelaskan Kebijakan Indonesia

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam mengatakan, masing-masing calon presiden (capres) harus bisa menjelaskan kebijakan politik luar negeri Indonesia yang berhubungan dengan di dalam negeri.

“Yang terpenting, harus bisa menjelaskan agar kebijakan Indonesia harus betul-betul nyambung dengan di dalam negeri,” katanya kepada nusantaraterkini.co, Sabtu (6/1/2024).

Hal ini jelasnya, dikarenakan jika masing-masing capres ingin mendapatkan poin kuat dalam debat kali ini, maka penjelasan tentang strategi diplomasi ekonomi dan perdagangan harus mendapatkan perhatian khusus.

“Agar kebijakan Polugri Capres-Cawapres nanti berdampak betul pada ekonomi dan kesejahteraan rakyat di dalam negeri, khususnya sektor UMKM nasional yang menyerap 90 persen lebih tenaga kerja kita,” tuturnya.

Selain itu, ia menerangkan bahwa materi serangan dari capres nomor urut satu Anies Baswedan dan capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo kepada capres nomor urut dua tampaknya akan banyak diarahkan pada aspek netralitas dan independensi TNI-POLRI. Selain itu, akuntabilitas anggaran pertahanan dan transparansi pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) juga akan digunakan.

“Merespon itu, kubu 02 telah mencoba menciptakan barikade dan strategi penyelamatan, termasuk dengan menunda (bukan menghentikan) pembelian pesawat Mirage dari Qatar yang diduga kubu 03 menyimpan potensi mark up anggaran pengadaan alutsista,” terangnya.

Anggaran pertahanan diyakininya juga akan menjadi hal yang diperdebatkan, karena dianggap terlampau tinggi di saat tidak ada ancaman militer eksternal langsung.

“Sebagai Menhan, Prabowo tentu bisa menggunakan alasan doktrin militer ‘Sivis Pacem Para Bellum’ sebagai argumen mengapa anggaran pertahanan tetap tinggi. Namun, penjelasan detail terkait prioritas pembangunan kapasitas pertahanan nasional tetaplah dibutuhkan,” sebutnya.

Kemudian, sikap politik luar negeri Indonesia terkait kemerdekaan Palestina dijelaskannya juga akan menjadi fokus perdebatan dalam Debat Ketiga Capres-cawapres 2024.

“Klaim tentang sikap politik luar negeri Indonesia terkait kemerdekaan Palestina, kutukan pada Israel, respon terhadap rivalitas dua super power (AS-China) di kawasan Indo-Pasifik, termasuk melemahnya soliditas ASEAN juga akan menjadi fokus perdebatan,” terangnya. 

Diketahui, Debat Ketiga Capres-cawapres 2024 akan diadakan di Istora Senayan, Jakarta, besok hari, Minggu (7/1/2024). Adapun tema pada debat ketiga ini adalah Pertahanan, Keamanan, Hubungan Internasional, Globalisasi, Geopolitik, dan Politik Luar Negeri.

(mr6/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru