Iran Buka Akses Selat Hormuz untuk Jepang, Tegaskan Hanya Ditutup bagi Negara Musuh
Iran buka akses Selat Hormuz untuk Jepang dan negara netral, hanya membatasi kapal dari negara musuh di tengah konflik Timur Tengah.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi jalur distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz. Di tengah situasi tersebut, pemerintah Iran menyatakan kesiapannya membantu kapal-kapal Jepang melintasi jalur vital tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa negaranya tidak sepenuhnya menutup akses di Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan Kyodo News yang kemudian dikutip oleh Agence France-Presse.
Menurut Araghchi, pembatasan hanya berlaku bagi negara-negara yang dianggap sebagai pihak yang memusuhi Iran. Sementara itu, negara lain, termasuk Jepang, tetap diperbolehkan melintas dengan jaminan keamanan.
“Selat ini tidak kami tutup sepenuhnya. Jalur tersebut tetap terbuka, kecuali bagi kapal-kapal dari negara yang menyerang kami,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Ia bahkan menambahkan bahwa Iran siap memberikan fasilitasi bagi Jepang agar kapal-kapalnya dapat melintas dengan aman. Pemerintah Jepang hanya perlu melakukan komunikasi untuk mengatur mekanisme transit tersebut.
Kebijakan ini menjadi sorotan mengingat posisi strategis Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia. Sebagian besar pasokan energi global, terutama dari kawasan Timur Tengah, melewati perairan tersebut.
Jepang sendiri merupakan salah satu negara yang sangat bergantung pada impor minyak dari kawasan tersebut. Sekitar 95 persen kebutuhan minyaknya dipasok dari Timur Tengah, dengan mayoritas pengiriman melalui Selat Hormuz.
Sebelumnya, ketegangan meningkat setelah Iran disebut mengambil langkah pembatasan sebagai respons atas konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Situasi ini sempat memicu kekhawatiran global terkait terganggunya pasokan energi dan lonjakan harga minyak dunia.
Namun dengan pernyataan terbaru ini, Iran berupaya memberikan kepastian kepada negara-negara mitra bahwa jalur distribusi energi tetap dapat diakses, selama tidak terlibat dalam konflik langsung dengan Teheran.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
INTERNASIONALMenlu Arab Saudi Desak Pemulihan Selat Hormuz seperti Sebelum 28 Februari
Rozie Winata·29 menit yang lalu -
EKONOMIPergerakan Pasar Kripto 27 September: Bitcoin Bertahan, Quant Meroket 48%
Rozie Winata·57 menit yang lalu -
POLITIKGerindra Sebut Jokowi Gabung PSI Hak Politik Warga Negara
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAPemerintah Inggris Desak Premier League Segera Tuntaskan Kasus Manchester City
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
-
INTERNASIONALRusia Klaim Hancurkan 25 Persen Fasilitas Internet dan Starlink Milik Ukraina
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
-
KRIMINALPolresta Deliserdang Ringkus Dua Pengedar Sabu di Pantai Labu, Sita 31 Gram Barang Bukti
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NEWSTokoh Masyarakat Sebut Tindakan Ombudsman di Lapas Cibinong 'Offside'
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
POLITIKKetua MPR Tegaskan Tidak Gegabah dalam Mengubah UUD 1945
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan