Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Inflasi Sumatera Utara 3,23 Persen pada Agustus 2026, Emas Perhiasan Jadi Pemicu Utama

Inflasi Sumut Agustus 2026 mencapai 3,23 persen, dipicu emas perhiasan, transportasi, serta kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

Kepala BPS Sumut Asim Saputra, mengatakan, capaian ini melandai dibanding inflasi tahunan pada Agustus 2025 yang sempat menembus 4,42 persen, Selasa (1/9/2026).(foto: istimewa)
Kepala BPS Sumut Asim Saputra, mengatakan, capaian ini melandai dibanding inflasi tahunan pada Agustus 2025 yang sempat menembus 4,42 persen, Selasa (1/9/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat laju inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) wilayah ini menyentuh angka 3, pada , dengan Indeks Harga Konsumen () berdiri di level 113,96. Capaian ini melandai dibanding inflasi tahunan pada Agustus 2025 yang sempat menembus 4,42 persen. 

​Sementara itu, dinamika harga bulanan (month-to-month/m-to-m) menunjukkan inflasi sebesar 0,43 persen. Adapun tingkat inflasi kalender (year-to-date/y-to-d) Sumatera Utara dari Januari hingga Agustus 2026 tercatat sebesar 1,52 persen. 

​Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra, memaparkan, seluruh 11 kelompok pengeluaran masyarakat mengalami peningkatan indeks harga. 

​Secara sektoral, kelompok pengeluaran yang mencatatkan kenaikan harga paling tajam adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi tahunan mencapai 8,81 persen. Kenaikan pada kelompok ini terutama didorong oleh melambungnya harga komoditas yang memberikan sumbangan andil inflasi y-on-y terbesar di Sumut, yakni mencapai 0,47 persen. 

​"Sektor transportasi menyusul di urutan kedua dengan kenaikan inflasi y-on-y sebesar 4,83 persen dan memberikan andil 0,46 persen. Kenaikan tarif pada subkelompok jasa angkutan penumpang serta harga bahan bakar minyak (bensin) menjadi pendorong utama pada sektor ini," ujar Asim, Selasa (1/9/2026).

​Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi y-on-y sebesar 3,39 persen menjadi penyumbang andil terbesar terhadap inflasi umum Sumatera Utara, yaitu mencapai 1,24 persen. 

​Di ranah komoditas pangan dan barang konsumsi, selain , inflasi tahunan didominasi oleh pergerakan harga komoditas vital seperti daging ayam ras memberikan andil inflasi sebesar 0,26 persen, cabai rawit memberikan andil inflasi sebesar 0,25 persen, bensin memberikan andil inflasi sebesar 0,21 persen, tomat memberikan andil inflasi sebesar 0,20 persen, minyak goreng memberikan andil inflasi sebesar 0,15 persen, cabai merah memberikan andil inflasi sebesar 0,14 persen.

​"Di sisi lain, tekanan inflasi tahunan berhasil diredam oleh penahanan harga pada beberapa komoditas hortikultura dan pangan. Bawang merah mencatatkan andil deflasi y-on-y terbesar mencapai 0,54 persen, disusul oleh komoditas kacang panjang, sawi putih, bawang putih, hingga telur ayam ras," lanjutnya.

Tertinggi, Karo Terendah

​Pemantauan harga di delapan kabupaten/kota di Sumatera Utara menunjukkan seluruh daerah mengalami inflasi secara tahunan maupun bulanan. Namun, terdapat disparitas angka yang cukup signifikan antarwilayah. 

​Kabupaten mencatatkan laju inflasi tahunan tertinggi di Sumatera Utara sebesar 5,10 persen (IHK 119,65), sekaligus mengalami lonjakan inflasi bulanan tertinggi yakni 1,69 persen. Wilayah lain yang mencatatkan inflasi tahunan di atas 4 persen meliputi Kota Gunungsitoli (5,07 persen), Kota Sibolga (4,58 persen), Kota Padangsidimpuan (4,34 persen), dan Kota Pematangsiantar (4,10 persen). 

​Adapun inflasi tahunan terendah terjadi di Kabupaten Karo yang bertahan di angka 2,40 persen (IHK 113,45). Sementara itu, Kota mencatatkan inflasi y-on-y sebesar 3,14 persen dengan tingkat inflasi bulanan terendah di angka 0,24 persen. 

​"Melihat tren pergerakan IHK ini, TPID di seluruh jajaran pemerintah daerah Sumatera Utara diharapkan dapat menjaga ketersediaan pasokan komoditas pangan pokok, khususnya menjelang dinamika harga di akhir tahun," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait