Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Hari Ini Diprediksi Sideways di 6.000-6.150, 10 Saham Ini Jadi Perhatian Investor

IHSG hari ini diprediksi bergerak sideways di level 6.000-6.150. Simak sentimen pasar dan saham pilihan Phintraco serta MNC Sekuritas.

Bagikan:
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan () diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (30/7/2026), setelah kembali ditutup melemah pada sesi perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (29/7/2026), IHSG berakhir di level 6.091,39, turun 0,64 persen. Untuk perdagangan hari ini, memperkirakan indeks berada dalam rentang 6.000 hingga 6.150.

Secara teknikal, pergerakan masih menunjukkan kecenderungan sideways. Kondisi tersebut terlihat dari posisi indeks yang masih bertahan di atas Moving Average (MA) 20 dan MA 50.

juga mencatat indikator MACD mulai menunjukkan sinyal yang perlu diwaspadai. Histogram positif MACD semakin menyempit dan berpotensi membentuk death cross.

“Secara teknikal, histogram positif MACD menyempit dan berpotensi mengalami Death Cross. Namun IHSG masih bertahan di atas MA20 dan MA50. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak sideways pada kisaran 6.000-6.150,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Kamis (30/7/2026).

Evaluasi Indeks Jadi Perhatian

Dari dalam negeri, salah satu sentimen yang menjadi perhatian pelaku pasar adalah hasil evaluasi mayor Indeks IDXBUMN20 yang diumumkan Bursa Efek Indonesia ().

Evaluasi tersebut akan berlaku mulai 5 Agustus 2026 hingga 2 Februari 2027. Dalam evaluasi kali ini, tidak terdapat perubahan konstituen sehingga seluruh 20 saham masih tetap berada dalam indeks.

Meski tidak ada perubahan anggota, melakukan penyesuaian jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks sekaligus bobot masing-masing emiten.

Beberapa saham seperti BBRI, BMRI, BBNI dan TLKM mengalami penurunan bobot setelah diberlakukannya batas maksimal 15 persen. Sementara sejumlah lainnya justru mendapatkan tambahan bobot, antara lain ANTM, PGAS, MTEL, BRIS dan PTBA.

Reformasi Jelang Tinjauan

Sentimen lainnya datang dari upaya reformasi . OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) disebut terus memperkuat berbagai agenda pembenahan pasar modal Indonesia menjelang Tinjauan Indeks pada November 2026.

Langkah tersebut dilakukan melalui komunikasi dengan penyedia indeks global serta peningkatan implementasi agenda reformasi di pasar modal.

Perkembangan tersebut menjadi perhatian investor karena hasil tinjauan indeks global dapat memengaruhi arus dana asing dan likuiditas pada sejumlah saham di pasar domestik.

Saham Pilihan Phintraco dan

Di tengah potensi pergerakan IHSG yang masih terbatas, Phintraco Sekuritas merekomendasikan investor mencermati sejumlah saham, yakni AMMN, BBCA, BBRI, TPIA, AKRA dan HEAL.

Sementara itu, MNC Sekuritas melihat terdapat dua kemungkinan skenario untuk , yakni melanjutkan koreksi atau berbalik menguat.

memperkirakan IHSG sedang berada pada bagian wave iv dari wave (c) dari wave [iv]. Dalam skenario koreksi, area 5.970-6.029 menjadi zona yang perlu dicermati.

Sebaliknya, apabila IHSG mampu menguat, MNC Sekuritas melihat area 6.147-6.219 sebagai level penguatan terdekat.

Untuk pilihan saham, MNC Sekuritas merekomendasikan investor memperhatikan ESSA, INCO, INDF dan MDKA.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati pergerakan IHSG di sekitar level psikologis 6.000 sekaligus menunggu katalis baru dari dalam maupun luar negeri.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru