IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat Hari Ini, Simak Saham Pilihan Analis
IHSG diproyeksi melanjutkan penguatan ke 6.550-6.666. Simak analisis pasar dan daftar saham pilihan Mirae, BRI Danareksa, serta MNC Sekuritas.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (1/9/2026). Sejumlah analis melihat struktur teknikal indeks masih berada dalam tren bullish, meski investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko dari pasar global.
Pada perdagangan Senin (31/8/2026), IHSG ditutup naik tipis 0,11 persen ke level 6.526. Pergerakan tersebut terjadi di tengah meningkatnya aktivitas transaksi pasar menjelang efektifnya perubahan konstituen indeks MSCI.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan indikator teknikal menunjukkan IHSG masih memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi.
Menurutnya, posisi MA20 dan MA60 telah membentuk bullish crossover. Selain itu, indikator Stochastics K_D memberikan sinyal positif, sementara volume perdagangan mulai menunjukkan peningkatan.
"Secara teknikal, pergerakan IHSG tengah membentuk struktur bullish," ujar Nafan dalam keterangannya.
Untuk perdagangan hari ini, Nafan memperkirakan area support IHSG berada di level 6.453 dan 6.353. Sementara itu, resistance berada pada 6.552 dan 6.695.
Waspadai September Effect
Meski peluang penguatan masih terbuka, investor tetap perlu memperhatikan pola historis pasar saham pada September.
Nafan mencatat, dalam 10 tahun terakhir atau periode 2016-2025, IHSG mengalami penurunan sebanyak tujuh kali dan hanya mencatat kenaikan dalam tiga tahun pada bulan September.
Dengan demikian, secara historis probabilitas IHSG melemah pada September mencapai sekitar 70 persen, dengan rata-rata return minus 0,88 persen.
Namun, pola musiman tersebut tidak dapat dijadikan kepastian bahwa IHSG akan selalu terkoreksi. Pada September 2025, misalnya, IHSG justru mencatat kenaikan sebesar 2,94 persen.
Karena itu, Nafan menilai fenomena September Effect lebih tepat dipandang sebagai faktor risiko yang perlu diantisipasi, bukan sinyal pasti terjadinya koreksi.
Di sisi lain, memasuki September 2026, pasar saham Indonesia dinilai memiliki peluang mengalami normalisasi setelah tekanan mekanis akibat rebalancing MSCI yang mulai berlaku pada 1 September.
Menurut Nafan, sebagian sentimen tersebut juga telah diperhitungkan pelaku pasar karena hasil review MSCI telah diumumkan sejak pertengahan Agustus.
Sentimen positif lainnya datang dari kepastian proses suksesi Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031, posisi BI Rate yang bertahan di 5,75 persen, serta kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai relatif kuat.
Risiko Global Masih Membayangi
Di tengah peluang penguatan IHSG, sentimen dari pasar global masih menjadi perhatian investor.
Nafan menyebut pernyataan hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh meningkatkan ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan Fed Funds Rate sebesar 25 basis poin pada September. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas tersebut berada di sekitar 64,2 persen.
Kondisi tersebut turut mendorong kenaikan yield US Treasury 10 tahun sebesar 0,68 persen menjadi 4,754 persen. Sementara inflasi PCE Amerika Serikat masih berada di level 3,7 persen secara tahunan.
Tekanan dari pasar global berpotensi membatasi aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
Risiko lainnya berasal dari eskalasi militer dan serangan udara balasan AS-Iran di sekitar Selat Hormuz yang meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Harga minyak mentah Brent pun melonjak sekitar 5 persen hingga berada di kisaran US$90,43 per barel. Kenaikan harga minyak berpotensi memperkuat sentimen risk-off di pasar keuangan.
Dari dalam negeri, nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin melemah 0,16 persen ke posisi Rp17.722 per dolar AS.
Investor Tunggu Data Ekonomi
Selanjutnya, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis dalam waktu dekat.
Data tersebut antara lain inflasi Agustus 2026, neraca perdagangan Juli, serta Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia periode Agustus.
Rilis data tersebut akan menjadi salah satu acuan investor dalam menilai kondisi perekonomian nasional, ketahanan eksternal, serta ruang kebijakan Bank Indonesia ke depan.
BRI Danareksa Sekuritas juga melihat peluang penguatan IHSG masih terbuka pada perdagangan Selasa.
Penguatan IHSG pada Senin diikuti lonjakan nilai transaksi sekitar 60 persen menjadi Rp25,02 triliun. BRI Danareksa menilai peningkatan aktivitas tersebut tidak terlepas dari berakhirnya periode rebalancing MSCI.
Secara teknikal, IHSG masih mempertahankan struktur bullish dan bergerak di atas MA20 yang berada di level 6.397.
BRI Danareksa memperkirakan IHSG berpeluang menguji resistance 6.550. Apabila mampu menembus sekaligus bertahan di atas level tersebut, indeks berpotensi melanjutkan penguatan.
Untuk sentimen domestik, pasar akan mencermati inflasi Agustus dengan konsensus 3,13 persen secara tahunan, core inflation 2,80 persen, PMI manufaktur 50,5, serta neraca perdagangan Juli yang diperkirakan mengalami defisit US$600 juta.
IHSG Berpeluang Menuju 6.666
Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG masih memiliki peluang menguat menuju area 6.599-6.666.
MNC Sekuritas menilai IHSG saat ini berada pada awal wave v dari wave (c), yang membuka ruang bagi indeks untuk melanjutkan kenaikan.
Namun, skenario koreksi tetap perlu diperhatikan. Dalam skenario terburuk, IHSG dinilai masih dapat berada pada bagian wave iv dan wave (c).
Area koreksi yang perlu dicermati berada di kisaran 6.289-6.352.
MNC Sekuritas menetapkan support IHSG pada perdagangan hari ini di level 6.373-6.272. Sementara resistance berada di area 6.599-6.705.
Daftar Saham Pilihan Analis
Di tengah proyeksi pergerakan IHSG tersebut, sejumlah sekuritas memberikan rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini.
BSDE
ELSA
PGEO
WIFI
ESSA
DSNG
MNC Sekuritas:
BBNI
HRUM
INET
SIDO
Investor tetap perlu memperhatikan kondisi pasar dan melakukan analisis mandiri sebelum mengambil keputusan investasi, mengingat pergerakan IHSG dan saham individual dapat berubah mengikuti sentimen domestik maupun global.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
INTERNASIONALPresiden Israel Tunjuk Saingan Netanyahu Bentuk Pemerintahan Baru
Herman Saleh Harahap·50 menit yang lalu -
NEWSDisindir Said Didu soal LSP, Habiburokhman Singgung Doktrin Perkalian Nol
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJadwal Lengkap Super League dan Championship Indonesia Hari Ini
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
EKONOMIMenaker: Ekonomi Sirkular Buka Peluang Jutaan Lapangan Kerja Baru
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PENDIDIKANNihayatul Wafiroh Dorong Magang Nasional Jadi Jembatan Lulusan ke Dunia Kerja
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
PERISTIWAPenembakan Massal di Krakow Polandia Tewaskan Enam Orang
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
NEWSKapolri Didesak Buka Daftar Korban Penyadapan yang Seret Mantan Petinggi Polri
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu -
PERISTIWATNI Temukan Black Box M-17 yang Jatuh Saat Tugas Karhutla
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
E-SportMPL ID Season 18: BTR Tumbangkan TLID 4-3, Melaju ke Grand Final
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan