Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IHSG Diprediksi Masih Tertekan Awal Juni 2026, Analis Rekomendasikan Saham DEWA, UNTR dan UNVR

IHSG diperkirakan masih terkoreksi pada awal Juni 2026 akibat tekanan global dan pelemahan rupiah. Simak rekomendasi saham pilihan analis.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada awal Juni 2026. Sejumlah dan domestik dinilai masih membayangi pasar sehingga membuat investor cenderung bersikap hati-hati.

Pada perdagangan Jumat (29/5/2026), IHSG ditutup melemah 0,56 persen ke posisi 6.127,38. Koreksi tersebut melanjutkan pergerakan yang relatif terbatas sepanjang pekan terakhir.

Head of Retail Research , Herditya Wicaksana, mengatakan bahwa pergerakan indeks dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pendeknya hari perdagangan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga penyesuaian portofolio akibat rebalancing indeks MSCI.

Selain itu, pelaku pasar juga terus memantau perkembangan geopolitik internasional, termasuk negosiasi yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi memengaruhi sentimen investasi global.

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah menjadi salah satu faktor yang turut membebani laju IHSG. Kondisi tersebut membuat investor lebih selektif dalam mengambil posisi di pasar saham.

Equity Research Analyst , Alrich Paskalis Tambolang, menilai koreksi yang terjadi masih tergolong wajar. Menurutnya, dampak rebalancing MSCI telah diantisipasi sebelumnya sehingga tekanan jual yang muncul tidak terlalu dalam.

Di sisi lain, pasar sempat memperoleh dukungan dari penguatan mayoritas bursa Asia yang terdorong reli saham sektor teknologi di Wall Street serta penurunan harga minyak mentah dunia. Namun sentimen positif tersebut belum mampu mengangkat IHSG secara signifikan karena tekanan nilai tukar rupiah masih cukup kuat.

Untuk pekan depan, Herditya memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dengan area support berada di level 6.071 dan resistance pada 6.262.

Investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting, antara lain aktivitas manufaktur China, laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat, data inflasi Indonesia, serta perkembangan isu gencatan senjata global yang dapat memengaruhi arah pasar.

Sementara itu, Alrich memproyeksikan IHSG bergerak dalam pola sideways pada rentang 6.000 hingga 6.300. Indikator teknikal menunjukkan indeks masih mencari katalis kuat untuk menentukan arah pergerakan berikutnya.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham yang direkomendasikan untuk dicermati investor pada pekan depan antara lain PT Bumi Resources Minerals Tbk () dengan target harga Rp384-Rp412 per saham, PT United Tractors Tbk () pada kisaran Rp24.225-Rp25.250 per saham, serta PT Unilever Indonesia Tbk () dengan target harga Rp1.805-Rp2.000 per saham.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait